BIMA - Pemerintah Kota Bima segera meningkatkan landas pacu Bandara Sultan Salahudin dari semula panjangnya 1.400 meter menjadi 2.000 meter. Anggarannya sebesar Rp5 miliar sudah disiapkan, agar dapat didarati pesawat yang lebih besar dari ATR 42-300 atau Fokker 28.
Menurut Walikota Bima M. Nur Latif di Bima, Bandara Sultan Salahuddin sudah saatnya diperpanjang agar dapat memenuhi kepenringan transportasi warga dan cargo dari dan ke Bima yang selama ini lebih banyak mengandalkan angkutan darat dan laut. ”Kami siapkan dananya untuk pembebasan lahan perpanjang landasan,” katanya.
Adapun pembiayaan konstruksi landas pacunya, pembiayaannya sudah dipastikan didanai oleh pemerintah pusat melalui Departemen Perhubungan.
Selama ini, akibat belum mampunya didarati pesawat sejenis Boing 737-200 tidak dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sekarang ini masih relatif kecil. Bandara Salahuddin hanya didarati pesawat tiga kali seminggu. Padahal sebelum krisis ekonomi, posisinya strategis sebagai bandara transit dari dan ke kota-kota di Flores dan Sumba di Nusa Tenggara Timur tujuan Denpasar, Surabaya dan Jakarta.(supriyantho khafid)


