Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Tuesday, 18 September 2007 • EKONOMI

MATARAM - Untuk kebutuhan daging menjelang lebaran di Jakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB) mampu menyediakan hingga 22.000 ekor. Jumlah tersebut merupakan kelebihan persediaan ternak potong sapi dan kerbau yang setiap tahunnya menghasilkan 78.000 ekor ternak potong dikurangi kebutuhan dalam daerah sendiri sebanyak 38.000 ekor ternak potong.

Suplai daging NTB tersebut dikemukakan Kepala Dinas Peternakan NTB drh.Abdul Muthalib, Selasa (18/9). ”Suplai NTB ini adalah untuk ikut menyukupi kebutuhan dalam daerah se Indonesia,” ujarnya. Selain Jakarta, ternak potong asal NTB juga dikirimkan ke sembilan propinsi lainnya Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Jambi, Jawa Timur dan dan Jawa Barat.

Secara keseluruhan, nilai transaksi 77.739 ekor ternak sapi dan kerbau potong di NTB menghasilkan Rp391,772 miliar. Sedangkan NTB yang juga menghasilkan 32.000 ekor ternak bibit setahunnya yang juga diantar pulaukan kepentingan pengembangan peternakan di daerah lain mendapatkan tranksasi hingga Rp91,773 miliar. Nilai produksi ternak lainnya berupa kambing, domba, babi dan unggas sebanyak Rp606,032 miliar.

Abdul Muthalib menyatakan bahwa nilai transaksi peternakan ini melebihi nilai Anggara Pendapatan dan Belanja Daerah NTB sebesar Rp890 miliar setahun. ”Ya nilainya melampaui APBD provinsi. Betapa besar potensi yang dimiliki daerah,” katanya.

Ia kemudian mengutip hasil kajian Bank Indonesia Cabang Mataram, mengemukakan bahwa pada triwulan III-2006 pertumbuhan sub peternakan paling tinggi yaitu sebesar 4,62 persen diikuti sub sektor perikanan 4,27 persen, sub sektor perkebunan 4,01 persen dan tanaman pangan 1,07 persen.

NTB adalah satu dari 18 daerah sentra nasional yang memiliki kewajiban memenuhi kebutuhan daerah lain dalam rangka swasembada daging pada tahun 2010 yang maksimal daging impornya hanya lima persen dari kebutuhan nasional. Tahun 2006, populasi sapi di Indonesia mencapai 10,6 juta ekor. Produksi daging yang dihasilkan 225.000 ton dari kebutuhan 336.000 ton dan pada tahun 2010 konsumsi daging meningkat menjadi 414.000 ton. Akibatnya selama ini mengalami defisit 28 persen sehingga dilakukan impor. Sasaran swa sembada daging bisa menyukupi 92 persen bisa dicukupi daging lokal. Selebihnya hingga 5-10 persen diimpor dari luar negeri karena memenuhi ketentuan perdagangan dunia yang tidak boleh membatasi pasar.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Peternakan Mathur Riyadi menjelaskan, bahwa jumlah impor ternak sapi sekitar 350.000 - 400.000 ekor setiap tahunnya. Ditambah daging 50.000 ton.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» LALU SERINATA MENOLAK DIBAWA KE KEJARI MATARAM
11/20/2008 06:08 am | 5 Comments
» 3 KELOMPOK PETANI ANGGREK DIBANTU RP750 JUTA
11/20/2008 12:49 am | 1 Comment
» PEMPROV NTB SIAPKAN LAYANAN KESEHATAN
11/19/2008 10:53 pm | 1 Comment
» ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN 4-9 PERSEN
11/19/2008 09:09 pm | 1 Comment
» NTB TERIMA RIBUAN GURU BARU
11/19/2008 02:31 pm | 6 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge