MATARAM - Dinas Peternakan Nusa Tenggara Barat (Disnak NTB) bekerja sama dengan Agriculture Cooperatioan International Agency Research (ACIAR) Australia meneliti pengaruh lalu lintas ternak unggas terhadap penyebaran penyakit Avian Influenza (AI-virus flu burung). Dananya berasal dari Pemerintah Australia, demi melindungi NTB mengalami resiko penyebaran penyakit yang menyebar di Bali, NTB dan Nusa Tenggara Timur. ”Harus diantisipasi karena virus flu burung sudah menyerang kemana-mana,” ujar Kepala Disnak NTB Abdul Muthalib, Selasa (18/9).
Perlu diantasipasinya AI mengingat cepat berkembang ke banyak negara maju diantaranya Cina. Kerja sama penelitian yang dirintis dengan ACIAR Australia tersebut demi kesehatan hewan yaitu pencegahan dan pengendalian penyakit menular seperti AI, Septizaemia Etizoticaa (yang menyebabkan), Anthrax, Rabies dan Brucellosis. ”Penelitian ini untuk mengantisipasi penularan dari daerah lain itu,” katanya.
Selain itu, mengingat peternakan sebagai potensi daerah, Disnak NTB juga menyiapkan vaksin AI sebanyak 1.090.000 dosis dan lainnya adalah vaksin SE sebanyak 242.250 dosis, dan vaksin anthtrax 250.000 dosis.
Kerja sama dengan Pemerintah Jepang melalui program JICA (Japan International Cooperation Agency) juga dilakukan guna pengembangan aspek budi daya yang meliputi pengembangan kawasan berupa aksi pembibitan, pengembangan pakan dan pengembangan manajemen produksi. Kerjasama lima tahun mulai 2007 ini, melaksanakan proyek pengembangan sapi potong dengan pemanfaatan sumber daya lokal.
Untuk meningkatkan produksi sapi tidak hanya menghasilkan sapi bibit dan potong ras Bali, NTB juga telah mampu menghasilkan semen beku untuk inseminasi buatan (IB). Balai Laboratorium Produksi dan Kesehatan Hewan di Desa Banyumulek Kecamatan Kediri Lombok Barat, juga telah mampu menyediakan 40.000 dosis semen beku/straw memenuhi kebutuhan 35.000 kawin suntik. Hasilnya, sudah melahirkan sapi Jayangrana yang memiliki bobot hingga 780 kilogram dibanding sapi ras Bali yang beratnya hanya 250 kilogram.(supriyantho khafid)


