MATARAM - Pemekaran pulau Sumbawa sebagai propinsi baru terpisah dari Nusa Tenggara Barat (NTB), belum pasti direkomendasikan oleh Gubernur NTB Lalu Serinata. Sebabnya, masih menunggu kelayakannya dari tim pengkaji yang masih melakukan pengkajian proposalnya. Tidak hanya kelayakan propinsi pulau Sumbawa yang dinilai layak tidaknya, tetapi juga propinsi Lombok yang bakal terbentuk setelah ditinggalkan pulau Sumbawa.
Asisten I Sekretaris Daerah NTB Sirojul Munir menjelaskan bahwa tim pengkaji yang diketuai oleh Dr.Arifuddin Sahidu dari kalangan akademik di Universitas Mataram tersebut baru tiga kali rapat. ”Rekomendasi gubernur dikeluarkan setelah ada hasil kajian tim. Untuk turun ke lapangan masih menunggu dananya,” kata Sirojul, Senin (17/9) siang di kantornya.
Katanya, Gubernur NTB bisa setuju dan juga bisa tidak setuju terhadap usulan pemekaran wilayah tersebut. Ini semua tergantung layak dan tidak layaknya Propinsi Pulau Sumbawa yang rencananya terdiri dari lima kabupaten-kota maupun Propinsi Lombok - kini masih empat kabupaten-kota - yang juga dibentuk baru setelah ditinggalkan nanti.
Tim pengkaji Propinsi Pulau Sumbawa belum sempat turun karena belum tersedianya dananya. Menurutnya, pembiayaan tim pengkaji Propinsi Pulau Sumbawa tahap pertama sebesar Rp75 juta masih menunggu dana anggaran belanja tambahan APBD NTB 2007 yang belum selesai dibahas. Dan, tim pengkaji juga tidak memiliki target waktu kapan bisa diselesaikannya.
Masih sebagai daerah propinsi NTB, Gubernur NTB Lalu Serinata dijadwalkan mulai Rabu (19/9) akan mendatangi lima kota dan kabupaten di Pulau Sumbawa yaitu mulai dari Kota Bima, Kabupaten Bima, Dompu, Sumbawa dan Sumbawa Barat untuk melakukan silaturahmi dalam rangka safari Ramadhan. ”Daerah-daerah tersebut dikunjungi karena memang masih dalam wilayah NTB. Tidak ada istilah setengah hati karena mau memisahkan diri,” kata Kahumas Pemerintah Propinsi NTB Manggaukang Rabah.
Kunjungan yang menyertakan 17 kepala dinas dan sembilan kepala badan. Program kegiatannya sesuai masing-masing dinas dan badan yang menyiapkannya. Bukan dalam rangka kampanye untuk pencalonan kepala daerah NTB mendatang. ”Safari ini memang berlangsung dari tahun ke tahun setiap puasa,” ucap Manggaukang menyangkal sebagai kampanye untuk pencalonan kembali Serinata sebagai gubernur NTB periode 2008-2013.(supriyantho khafid)


