MATARAM - Mulai Senin (17/9), di Bandara Internasional Selaparang di Mataram, kepulangan para tenaga kerja Indonesia (TKI) dipantau oleh posko lebaran yang dibuka oleh Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Nusa Tenggara Barat (BP3TKI NTB) bekerja sama dengan Pemerintah Daerah NTB. Jumlah TKI yang mudik menjelang lebaran diperkirakan meningkat hingga 40 persen dari hari-hari biasa.
Kepala BP3TKI NTB Komang Subadra menjelaskan bahwa posko bersama disiapkan untuk memantau kepulangan TKI. Selain untuk membantu kemudahan agar terhindar dari kesulitan dan kemungkinan gangguan kesehatan, juga untuk mengetahui jumlah arus mudiknya. ”Posko ini baru dibuka di embarkasi keberangkatan mereka,” ujarnya sewaktu dihubungi, Senin (17/9) siang. Namun, tidak menutup kemungkinan menjelang H-7 juga dibuka posko yang sama di Pelabuhan Penyeberangan ASDP di Lembar.
Menurutnya, diperkirakan lebih banyak TKI yang pulang dibanding mereka yang berangkat. Diperkirakan jumlahnya mencapai lebih 3.000 orang. Berbeda dengan yang berangkat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri cenderung menurun
Adapun kiriman uang TKI yang diterima keluarganya di NTB, selama setahun mencapai sekitar Rp0,5 triliun. Pada 2005 misalnya pengiriman uang dari para TKI mencapai lebihi Rp400 milyar, 2006 sebesar Rp435 milyar lebih dan hingga Juli 2007 setidaknya sudah Rp117 milyar lebih. Jumlah tersebut terpantau dari dua bank saja, yaitu Bank BNI dan Bank Mandiri. Belum termasuk yang dikirim melalui titipan yang lain.
Kesempatan kerja bagi para calon TKI dari NTB cukup banyak, pada 2005 misalnya dari 55.891 orang ternyata penempatan sebanyak 42.067 orang, demikian juga 2006 dari kesempatan 60.836 penempatan hanya 43.936 dan terhitung Juli 2007 lalu penempatan sebanyak 27.816 orang dari kesempatan 44.001 orang.(supriyantho khafid)


