Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Wednesday, 12 September 2007 • DAERAH

MATARAM - Penyandang masalah kesejahteraan sosial di Nusa Tenggara Barat (NTB) cukup tinggi. Jumlah anak jalanan (anjal) 10.889 jiwa. Sedangkan anak balita terlantar saja mencapai 24.818 jiwa, anak terlantarnya 227.357 jiwa, lanjut usia terlantar 81.782 jiwa selain keluarga fakir miskin yang mencapai 348.734 kepala keluarga. Dana pengentasan fakir miskin yang disediakan lebih Rp10 miliar.

Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Perempuan (Kessos & PP) NTB M.Junaidi Najamudin menjelaskan kepada wartawan, bahwa anak jalanan yang banyak berkeliaran di kota Mataram sebenarnya berasal dari luar kota. ”Mereka bukan murni anjal,” katanya, Rabu (12/9) siang.

Anjal tersebut merupakan eksploitasi anak untuk mengemis yang dilakukan pada jam tertentu di perempatan dan pertokoan. Hanya disebutkannya, bahwa secara kasat mata mereka sulit ditemukan pengirimannya. ”Jelas ini aspek kriminal yang memperlakukan anak tidak semestinya,” ujarnya.

Walikota Mataram Moh Ruslan juga mengeluhkan banyaknya jumlah gelandangan pengemis jalanan (gepeng) yang berkeliaran di kota Mataram yang berasal dari luar kota. Mereka bukan tetap, pemerintah daerah asal di sekitar Mataram tidak ikut mencegah mereka melakukan penertiban.

Sebelumnya, kepada LombokNews, Ruslan mengemukakan akan menertibkan mereka tanpa menimbulkan kerisauan. Tidak hanya gepeng, tetapi juga melakukan razia tidak mesum warga di hotel-hotel dan tempat hiburan lainnya selama bulan puasa. Pelaksanaannya diserahkan kepada polisi. ”Polisi sudah turun melakukan razia,” ujarnya.

Kepala Sub Dinas Bina Organisasi Bantuan Sosial Dinas Kessos & PP NTB Saprudin menyebutkan berupaya untuk mengentas mereka. Tahun 2007 ini, untuk membantu dana fakir miskin sebanyak Rp9,6 miliar, melalui 381 kelompok usaha bersama (KUBE) diberikan bantuan masing-masing Rp15 juta. Ini sudah dimulai sejak tiga tahun lalu. Lainnya, adalah berupa bantuan pemberdayaan Rp700 juta, bantuan musibah Rp1,65 miliar, korban bencana sosial Rp820 juta, pendayagunaan sumber daya sosial dan akses jaminan sosial sebesar Rp630 juta.

Adapun keluarga fakir miskin yang mencapai 348.734 kepala keluarga tersebut, ukurannya adalah keluarga yang pengeluarannya hanya Rp150.026 sebulan. Untuk keluarga miskin di kota Rp176.591 dan penduduk pedesaan Rp130.867.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» DHC MULAI BUKA POSKO RELAWAN PALESTINA
01/08/2009 04:18 am | 1 Comment
» PEMPROP NTB BANTU DANA SKRIPSI 3.000 MAHASISWA
01/07/2009 04:20 pm | 3 Comments
» PERTUMBUHAN PENDERITA HIV/AIDS NTB 5 BESAR NASIONAL
01/06/2009 04:33 pm | 1 Comment
» ENAM TAHUN ANTRIAN CALON JEMAAH HAJI NTB
01/05/2009 02:27 pm | 1 Comment
» GUBERNUR NTB PIMPIN AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
01/05/2009 01:08 pm | 2 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge