MATARAM - Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) Nanang Samodera menawarkan peluang penyelenggaraan kegiatan dinas dan pertemuan nasional diselenggarakan di Lombok. Sebab, penyelenggaraan MICE (meeting, incentive, conference, exhibition) tersebut dapat membantu meningkatkan angka kunjungan wisatawan. Apalagi, penyelenggaraan MICE oleh event organizer (EO) bisa lebih murah biayanya dibandingkan apabila dilaksanakan sendiri oleh karyawan dinas-instansi.
Nanang Samodra mengemukakan tawaran terebut kepada Presiden Direktur Mekar Pribadi Oetari Noor Permadi, sewaktu melakukan evaluasi hasil kerjanya menyelenggarakan kegiatan pentas dan pameran dalam rangka Hari Aksara Internasional (HAI) 2007 di Mataram, Sabtu (8/9) lalu. ”Penyelenggaraan di hotel ternyata lebih murah. Karyawan pun tidak sibuk semuanya,” katanya.
Disebutkannya bahwa setiap instansi memiliki kegiatan 3-4 kali dalam setahun. Ternyata bila dilaksanakan di kantor sendiri dibanding di hotel, lebih besar biayanya, karena melibatkan lebih banyak karyawan dan kegiatan kantor sendiri ditinggalkan.
Menurutnya, penyelenggaraan HAI 2007 tidak semuanya dilakukan oleh EO. Ia menunjuk suksesnya penyelenggaraan pertemuan Persatuan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) menghadirkan 1500 orang dokter kandungan dan kebidanan sangat menguntungkan Lombok. Tidak hanya mengisi kamar hotel mulai dari kelas melati sampai hotel bintang lima. Belum lagi biaya belanja mereka yang dapat menghidupi rumah makan, pedagang barang kerajinan dan yang lainnya.
Angka kunjungan wisatawan ke NTB, berdasar data Badan Pusat Statistik NTB, selama enam bulan pertama 2007 sangat rendah. Ini karena belum cairnya anggaran pemerintah sehingga belum bisa dilaksanakannya kegiatan dinas baik yang berasal dari luar daerah maupun lokal NTB.
Meskipun angka kunjungan wisatawan ke Nusa Tenggara Barat Juni 2007 mencapai 15.473 orang atau mengalami peningkatan 34,44 persen dari semula Juni 2006 sebanyak 11.509 orang, namun tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Nusa Tenggara Barat menurun dibanding tahun sebelumnya, Juni 2006. Dari kunjungan wisatawan bulan Juni 2007 lalu, tercatat hanya 38,13 persen dari kamar yang tersedia. Padahal semula TPKnya 40,88 persen. Rata-rata lama menginap (RLM) pun menurun 0,96 hari dari semula 3,46 hari menjadi 2,48 hari.(supriyantho khafid)


