MATARAM - Fakultas Kedokteran Universitas Mataram untuk pertama kalinya meluluskan 30 orang sarjana kedokteran. Mereka 60 persen dari 50 orang mahasiswa angkatan pertama tepat waktu belajar selama empat tahun kuliah, sejak dibukanya program dokter tahun 2003. Senin (10/9) pagi kemarin, mereka melakukan pengucapan janji dokter muda di RSU Daerah Mataram sebelum mengikuti pembekalan kepaniteraan klinik dalam rangka pendidikan profesi yang berlangsung selama dua tahun.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Prof.DR.dr.Mulyanto mengatakan bahwa 30 orang lulus sebagai dokter muda angkatan pertama ini adalah prestasi yang menggembirakan. Sebab, biasanya, angkatan pertama lulusan fakultas kedokteran tidak sebanyak ini. ”Ini banyak sekali. Mereka sudah menyelesaikan pendidikan akademiknya 148 SKS,” ujarnya setelah penyerahannya kepada Direktur RSU Daerah Mataram dr.Agus Widjaja.
Mereka yang diwisuda di kampusnya, 29 Agustus lalu, sebagian adalah mahasiswa yang dikirim oleh Pemerintah Kabupaten dan Kota se Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebab, pembiayaannya Rp25 juta untuk sumbngan pengembangan pendidikan dan Rp2,5 juta untuk SPP (sumbangan pembinaan pendidikan) juga dibantu oleh pemerintah daerah asal. Pemerintah daerah se NTB membantu pendanaannya untuk pengadaan tenaga dokter yang bisa lama bekerja di daerah karena selama ini dianggap kurang. Nantinya, setelah menjadi dokter mereka akan ditempatkan kembali di daerah.
Saat ini jumlah mahasiswanya sebanyak 250 orang yang 60 persen merupakan utusan dari daerah dan 40 persen adalah hasil seleksi umum. Tetapi, Mulyanto mengatakan bahwa penerimaan calon mahasiswa berdasar seleksi yang dilakukan berdasarkan kemampuan akademiknya namun prioritas urutan mahasiswanya ditetapkan oleh daerah asal. Seandainya peserta yang dari suatu daerah lima orang dan yang lulus hanya dua orang walaupun jatah penerimaanya tiga orang, maka yang diterima hanya dua orang.(supriyantho khafid)


