Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Sunday, 9 September 2007 • EKONOMI

MATARAM - Menteri Pertanian Anton Apriantono melakukan pencanangan program percepatan swasembada daging sapi 2010 di Balai Laboratorium Produksi dan Kesehatan Hewan di Desa Banyumulek Kecamatan Kediri Lombok Barat, Ahad (9/9) siang. Untuk keperluan swasembada daging 2010 itu, sasaran minimal produksi dalam negeri yang harus dicapai 373.000 ton daging sapi. Untuk mencapainya, pengusaha ternak harus dibantu suku bunga sebesar 10 persen. Uangnya sebanyak Rp400 miliar sudah tersedia di Departemen Pertanian tetapi Menteri Keuangan Sri Mulyani belum memberikan izin yang diajukan.

Permohonan izin pemberian suku bunga kepada pengusaha ternak tersebut dikemukakan, mengingat masalah yang terberat adalah keterbatasan permodalan pengusaha ternak di Indonesia. Penggalakan produksi ternak potong tidak bisa dilakukan apabila pengusaha tidak terjun di bidang ini karena tingginya suku bunga yang diterapkan bank-bank di Indonesia. ”Oleh karena itu perlu bantuan permodalan untuk bisa bersaing dengan negara yang secara tradisional unggul,” katanya.

Tahun 2006, populasi sapi di Indonesia mencapai 10,6 juta ekor. Produksi daging yang dihasilkan 225.000 ton dari kebutuhan 336.000 ton dan pada tahun 2010 konsumsi daging meningkat menjadi 414.000 ton. Akibatnya selama mengalami defisit 28 persen sehingga dilakukan impor. Sasaran swa sembada daging bisa menyukupi 92 persen bisa dicukupi daging lokal. Selebihnya hingga 5-10 persen diimpor dari luar negeri karena memenuhi ketentuan perdagangan dunia yang tidak boleh membatasi pasar.

Direktur Jenderal Peternakan Mathur Riyadi menjelaskan kepada LombokNews, bahwa jumlah impor ternak sapi sekitar 350.000 – 400.000 ekor setiap tahunnya. ”Ditambah daging 50.000 ton,” katanya. Kemudian disebutkan bahwa rencana pemberian subsidi suku bunga tidak lebih lima persen akan diberikan kepada pengusaha pembibitan ternak perah dan potong. Saat ini yang tersedia baru 4,5 juta sapi bibit betina dan diantaranya 3,5 juta sapi betina produktif yang bisa menjadi akseptor. ”Kekurangan ini yang ditambah. Cukup besar jumlah sapi bibit yang diperlukan,” ujarnya.

Seusai acara pencanangan, Anton Apriantono dan Direktorat Jenderal Peternakan Mathur Riyadi bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Serinata dilakukan makan daging ayam gorem bersama 100an siswa sekolah yang dihadirkan di sana. Masing-masing menerima sepotong daging ayam goreng dan satu saset sambel. Juga dilakukan pelepasan perdana sapi bibit untuk memenuhi kebutuhan luar daerah. NTB adalah penghasil ternak ketujuh dari 18 daerah sentra ternak di Indonesia. Setahun menghasilkan transaksi Rp1,1 triliun diantaranya Rp605 miliar dari sapi dan kerbau. 35.000 ekor ternak potong dan 7.000 ekor sapi bibit dikirim ke luar daerah, 10 propinsi di Indonesia.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» DHC MULAI BUKA POSKO RELAWAN PALESTINA
01/08/2009 04:18 am | 1 Comment
» PEMPROP NTB BANTU DANA SKRIPSI 3.000 MAHASISWA
01/07/2009 04:20 pm | 3 Comments
» PERTUMBUHAN PENDERITA HIV/AIDS NTB 5 BESAR NASIONAL
01/06/2009 04:33 pm | 1 Comment
» ENAM TAHUN ANTRIAN CALON JEMAAH HAJI NTB
01/05/2009 02:27 pm | 1 Comment
» GUBERNUR NTB PIMPIN AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
01/05/2009 01:08 pm | 2 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge