MATARAM – ”Istana Merdeka berhasil kita pindahkan ke Mataram,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kota Mataram Lalu Syafii, kepada LombokNews, Kamis (6/9) siang. Ia memandang ke utara di lapangan umum Mataram ke arah panggung kehormatan yang sedang dibuat untuk kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla - semula yang dijadwalkan Presiden SBY - pada peringatan Hari Aksara Internasional 2007, Sabtu (8/9).
Panggung yang tampak depannya seperti bentuk Istana Merdeka itu, berukuran 48 meter kali 14 meter seluas 700 meter persegi itu memang tampak megah. Di kiri kanan ada ruang segi empat dan diatasnya masing-masing terdapat rehal terbuka berisi kitab. Dilengkapi sembilan tiang-tiang putih berjajar tiga. Di tengah-tengahnya ada lambang negara Garuda dan tulisan di bawahnya Hari Aksara Internasional 2007. Di sana, akan ditempati 400 orang anggota rombongan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta enam Gubernur dan 32 Bupati se Indonesia yang akan menerima penghargaan penanganan buta aksara di daerahnya.
Menurut Walikota Mataram Moh.Ruslan, Pemerintah Kota Mataram membangun tempat acara senilai Rp500 juta untuk menghargai kepercayaan yang diterimanya guna menyambut tamu-tamunya dari luar daerah. ”Nantinya, setelah selesai acara, bahan bangunannya diberikan kepada warga yang rumahnya belum layak huni,” katanya menjawab LombokNews.
Untuk keperluan panggung kehormatan yang biayanya Rp350 juta itu, menggunakan 100 meter kubik kayu, 900 lembar seng, 600 lembar triplek dan 1.500 meter paving block. Sebelumnya, sewaktu menjadi tuan rumah Seleksi Tilawatil Qur’an tingkat Propinsi Nusa Tenggara Barat, bekas bangunan panggungnya pun diserahkan kepada masyarakat tidak mampu di wilayah kelurahan selatan kota Mataram.
Adanya panggung kehormatan dan kelengkapannya tribun undangan dan ruang pameran seharga Rp500 juta tersebut memang menarik perhatian masyarakat. Tetapi Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Lalu Syafei menyebutkan kehadiran tamu dari luar daerah dihitungnya dari belanja yang dikeluarkan akan lebih banyak mengucur di kota Mataram. ”Nilai pembiayaan ini tidak bisa dilihat satu sisi. Akan seimbang dengan yang diperoleh warga dari kehadiran tamu luar daerah,” ucapnya.(supriyantho khafid)


