Lombok Sumbawa Online
Google
 
Friday, 31 August 2007 • DAERAH

Selama empat hari lalu, Ahad-Rabu (26-29/8), Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Bonyo Thamrin Rayes bersama Kepala Dinas Transmigrasi Nusa Tenggara Barat Lalu Dea Burhanuddin mendatangi daerah penempatan transmigrasi di Maluku Utara dan Gorontalo untuk menjenguk warga transmigran asal daerahnya dan meminta jatah penempatan transmigran berikutnya. Sebab, berdasar survey yang telah dilakukan, ada 52.000 kepala keluarga yang memiliki animo untuk diberangkatkan transmigrasi, dan 20.000 kepala keluarga diantaranya telah mendaftarkan dirinya.

Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Owata terletak sekitar 16 kilometer arah tenggara dari kota Gorontalo. Di sana, ada 25 kepala keluarga atau 73 jiwa transmigran asal Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat (NTB) ditempatkan sejak kedatangan mereka, Sabtu (18/8). Mereka ini adalah sebagian dari 2.000 kepala keluarga yang mendaftar sebagai transmigran untuk memperoleh perbaikan kehidupannya. Seperti dikatakan Muhtar alias Amaq Fauzi, 42 tahun, asal Bual Gerantung Kecamatan Praya Tengah. ”Tiang pite aman keluarga. Masa depan jangan terlantar,” ujarnya mengemukakan alasannya ketika ditemui di lokasi UPT Owata, Selasa (28/8) petang.

Muhtar bersama Nurhasanah dan empat orang anaknya, Muhammad Fauzi, 16 tahun, Raihanun, 11 tahun, Najamudin, 8 tahun, dan Hijriah, 5 tahun, yang sebelumnya hanya bekerja sebagai buruh tani, memang bisa mendapatkan dua hektar lahan dan oleh Pemerintah Kabupaten Bone Bolango mendapatkan tambahan satu ekor sapi. ”Saya berharap bisa mengubah nasib,” ujarnya. Dan sewaktu baru tiba di kota Gorontalo, anak pertamanya Fauzi diangkat sebagai anak untuk disekolahkan SMP oleh keluarga Hajah Nursiah Dewa Putu - nama kelahirannya Dewa Nyoman Rai Nurwanantri - yang menjadi kepala seksi Penempatan Dinas Transmigrasi Gorontalo dan suaminya Sutrisno Polealu.

Selasa sore (28/8), Wakil Gubernur NTB Bonyo Thamrin Rayes menemui mereka. Untuk bisa sampai ke sana, harus melalui jalan pegunungan yang rusak dan menggunakan rakit menyeberangi sungai Bolango Ulu di Desa Mongilo Kecamatan Bolango Ulu Kabupaten Bone Bolango. ”Tekuni bekerja di sini penuh semangat. Saudara mendapatkan perhatian pemerintah daerah di sini,” katanya berpesan. Kemudian ia bertemu dua orang transmigran asal Lombok Muhsin dan Muhsan bersama 215 kepala keluarga asal Lombok yang sudah 26 tahun hidup di UPT Marisa III di Kabupaten Pohuwato sekitar 400 kilometer arah barat dari kota Gorontalo. Muhsin dan Muhsan berhasil menanam coklat di lahan kebun masing-masing seluas dua hektar.

Apalagi Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad sangat membutuhkan para transmigran untuk ikut memajukan sumber daya manusia, produksi pertanian dan perikanan di daerahnya sebagai tiga program unggulan. ”Masyarakat transmigran sangat telaten di bidang pertanian. Banyak yang didapat dari mereka,” kata Fadel sewaktu ditemui dalam jamuan makan malam di restoran Meranti Indah. Di bidang pertanian, Gorontalo ingin mengembangkan tanaman jagung yang kini menghasilkan 16.050 ton setahun, tebu dan ternak yang ditargetkan menghailkan satu juta ekor untuk keperluan ekspor ke Malaysia. Bahkan, selepas lebaran nanti, Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan akan meresmikan proyek kota terpadu mandiri Kawasan Paguyangan Wonosari di Kabupaten Boalemo.

Adalah Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Bonyo Thamrin Rayes yang mengemukakan bahwa jumlah penduduk yang mencapai 4,27 juta jiwa sudah tidak sesuai dengan daya dukung lahan yang tersedia. Walaupun di daerahnya ada 773 pulau – hanya dua pulau yang besar. ”Karena itu program transmigrasi ini untuk menyelesaikan masalah daerah,” katanya.

Itu sebabnya, ia mengunjungi Propinsi Maluku Utara dan Propinsi Gorontalo untuk melakukan kunjungan penjajakan memperoleh alokasi penempatan transmigran setahun mendatang. Perjalanannya disertai oleh Kepala Dinas Transmigrasi Nusa Tenggara Barat Lalu Dea Burhanuddin, Kepala Sub Dinas Pengarahan Bambang Suhardjit, Kepala Seksi Publikasi dan Penyuluhan I Gede Sudana, Kepala Seksi Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat Sanusi, Kepala Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Barat M.Alwi, Kepala Sub Dinas Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur Riswandy bersama Pemimpin Pondok Pesantren Nurul Haramain Mahaly Fikri sebagai salah satu tokoh masyarakat.

Kepala Dinas Transmigrasi Nusa Tenggara Barat Lalu Dea Burhanuddin yang mengemukakan pada tahun 2001 sudah dilakukan survey minat transmigrasi penduduk mencapai 53.000 kepala keluarga yang diantaranya 2.000 kepala keluarga sudah mendaftar diberangkatkan. Jumlah tersebut belum termasuk 1.018 kepala keluarga ex warga yang terkena pembebasan tanah Dam Pandanduri Swangi di Kabupaten Lombok Timur, bandara internasional Lombok di Kabupaten Lombok Tengah dan transmigran pengungsi dari daerah konflik di Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku.

Besarnya minat ikut transmigrasi juga tidak lepas dari keadaan kehidupan di Lombok yang sudah dalam keadaan padat penduduk. Bayangkan, dari 4 juta jiwa penduduknya, dua pertiga berada di pulau Lombok yang luas wilayahnya hanya sepertiga dibanding sepertiga penduduknya di pulau Sumbawa yang luas wilayahnya mencapai dua pertiga. Rata-rata kepemilikan lahan sawah hanya 0,3 hektar per kepala keluarga. ”Kami harus aktif mendatangi daerah penempatan agar bisa mendapatkan jatah,” kata Dea yang menyebutkan kalah jumlah keberangkatan transmigran asal Lombok dibanding dari Jawa Madura. Tahun 2007 ini, Nusa Tenggara Barat mendapatkan alokasi pemberangkatan 240 kepala keluarga calon transmigran.

Maluku Utara seperti disampaikan Kepala Dinas Transmigrasi Mochdar Arif, tersedia 47 UPT yang akan dapat menampung 2.445 kepala keluarga hingga tahun depan. Simak saja luas wilayahnya yang meliputi delapan kota dan kabupaten hanya memiliki 874.000 jiwa penduduk. ”Padahal, apapun yang ditanam di sini bisa hidup,” katanya. Sedangkan Gorontalo, kata Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Adrian Lahay, di lima kabupaten yang memiliki potensi pengembangan permukiman transmigrasi baru, ada tujuh titik yang dapat menampung 1.700 kepala keluarga bisa ditampung.

Karena itu, sewaktu berada di Propinsi Maluku Utara, tidak hanya sekedar bertemu Gubernur Maluku Utara Thaib Armyin di kota Ternate, maka Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Bonyo Thamrin Rayes juga menyeberang ke pulau Tidore untuk bertemu Walikota Tidore Kepulauan Achmad Mahifa. Sebab, di sana juga menjajaki bisa diterimanya transmigran asal Lombok.

Di Tidore Kepulauan, terdapat delapan titik lokasi. ”Sebagai sesama anggota forum daerah kepulauan, Nusa Tenggara Barat harus dibantu. Supaya bisa maju, ”ujar Bonyo di kantor Walikota Madya Tidore Kepulauan, Senin (27/8). Ikut menemuinya, Wakil Bupati Halmahera Tengah Ridwan M Ilyas dan Asisten II Bidang Pembangunan Kabupaten Halmahera Timur Lutfi Muhammad. Sebab, tahun 2007 ini Nusa Tenggara Barat tidak memperoleh jatah penempatannya. Sebelumnya, transmigran Lombok sudah 156 kepala keluarga ditempatkan di Halmahera Tengah, Halmahera Barat dan Kepulauan Sula walaupun kemudian 50 kepala keluarga di Kepulauan Sula meninggalkan lokasi.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» TEMBAKAU VIRGINIA LOMBOK TERBAIK KETIGA DUNIA
09/06/2008 01:10 pm | 1 Comment
» MUHARRAR TIDAK LOLOS VERIFIKASI, WARGA DEMO KPUD
09/05/2008 08:30 pm | 10 Comments
» PETANI NTB DIMINTA TIDAK TANAM PADI
09/04/2008 08:29 pm | 1 Comment
» AKHIRNYA PEMERINTAH TETAPKAN 1 RAMADHAN
09/04/2008 04:10 pm | 1 Comment
» KETUA MUI NTB MINTA PERTIMBANGKAN FATWA HARAM MEROKOK
09/04/2008 03:56 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge