GORONTALO - Selama setahun, Pemerintah Propinsi (Pemprop) Gorontalo akan mendatangkan 20.000 ekor sapi bibit dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Ini untuk penyediaan satu juta ekor sapi keperluan ekspor ke Malaysia. Pemprop Gorontalo menerima dananya sebesar Rp100 miliar dari Malaysia. Kesepakatan sudah ditanda tangani oleh Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad dengan Wakil Gubernur NTB Bonyo Thamrin Rayes di rumah kediaman Fadel Muhammad di Gorontalo, Rabu (29/8) pagi.
Menurut Fadel Muhammad kepada LombokNews, sapi bibit tersebut akan diberikan kepada peternak utamanya transmigran yang sudah berpengalaman. Setiap peternak akan diberikan sejumlah yang dimiliki sebelumnya. Misalnya memiliki lima ekor sapi akan diberikan lima ekor juga. Demikian pula bila punya 10 ekor akan mendapatkan jumlah yang sama, Ini untuk percepatan produksinya. ”Hasil keuntungannya akan dibagi dua dengan pemerintah daerah,” ujarnya. Penanganan usahanya akan diserahkan kepada badan usaha milik daerah Perusda Fitra Mandiri.
Rabu (29/8) juga mulai mengekspor 400 ekspor sapi ke Malaysia.Tahun ini Gorontalo juga sudah menghasilkan jagung sebanyak 16.050 ton. Ini adalah bagian dari pengembangan jagung ternak dan tebu untuk program tiga unggulan Gorontalo : sumberdaya manusia, pertanian, perikanan. Karena itu, juga peduli terhadap transmigran yang dinilai sangat tekun di bidang pertanian. Mereka dijadikan pendorong rencana percepatan kesejahteraan rakyat di daerahnya. Setahun ini akan diterima penempatan 1.182 KK ditempatkan pada tujuh lokasi di lima kabupaten.
Fadel Muhammad melakukan kesepakatan dengan Bonyo Thamrin Rayes setelah bertemu di Gorontalo untuk penem patan transmigran asal Lombok Tengah, Selasa (28/8) malam. NTB adalah gudang ternak sapi jenis Bali di Indonesia. Selama ini sudah menyalurkannya ke berbagai daerah di Indonesia. Bahkan juga ekspor ke Malaysia sebelum dihentikan oleh pemerintah.
Wagub NTB Bonyo Thamrin Rayes berkunjung ke Gorontalo untuk menemui 25 kepala keluarga atau 73 jiwa transmigran asal Lombok Tengah yang baru 10 hari tiba di UPT Owata Kabupaten Bone Bolango. Perjalanan harus menyeberang sungai menggunakan rakit dan naik ojek sejauh satu kilometer.(supriyantho khafid)


