Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Wednesday, 22 August 2007 • KESEHATAN

MATARAM - seorang warga Desa Sawing, Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur HB, 47 tahun, dirawat di ruang isolasi Flamboyan kamar 241 RSU Mataram mulai Selasa (21/8) sore. Gara-garanya diisolasi di ruang perawatan yang dikhususkan penderita penyakit menular, SARS, dan Flu Burung itu karena menderita panas setelah dua ekor ayam hutan peliharaannya mati. HB dirujuk ke RSU Mataram oleh RSU Selong setelah diperiksa dan hasil diagnosanya terjangkit penyakit pernafasan.

Menurut dr.Salim S Thalib Spesialis Penyakit Paru dari RSU Mataram, penderita dirujuk ke RSU Mataram untuk menjalani diteksi virus influenza. Semula, setelah dua ekor ayam hutannya yang diperoleh dari Bima mati, ia menderita flu dan langsung ditangani RSU Selong. Panas badannya pada hari pertama masuk RSU Mataram mencapai 38 derajad Celsius. Rabu (22/8) pagi menurun menjadi 37,5 derajad Celsius. Tetapi tanpa disertai batuk, sesak napas dan nyeri tenggorokan. ”Sudah dilakukan pemeriksaan darah dan foto rontgen, normal,” katanya.

Namun Kepala Sub Dinas Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat (NTB) dr.Mohammad Ismail menjelaskan telah mengirimkan sampel ke pusat diperiksa lebih lanjut mengenai PCR (polymerase chain reaction) untuk mengetahui ada tidaknya virus. Kabar hasilnya baru diterima Kamis (23/8) sore. ”Tetapi pusat dipastikan mengirimkan tenaga ahli flu burung untuk mendampingi dokter yang menanganinya,” ujar Ismail dalam memberikan keterangan pers di ruang rapat utama Kantor Gubernur NTB di Mataram, yang dihadiri Kepala Dinas Kesehatan NTB dr.Baiq Magdalena dan Kepala Dinas Peternakan NTB drh.Abdul Muthalib bersama Direktur RSU Mataram dr.Agus Widjaja.

Di rumahnya, HB memiliki peliharaan 19 ekor ayam yang terdiri 16 ayam buras dan tiga ekor ayam hutam yang didapat dari Kabupaten Bima sejak lima bulan lalu. Lokasinya di lingkungan tertutup berukuran 13 kali 35 meter yang juga didapati kolam ikan. Seekor ayam hutan mati pada minggu kedua dan yang kedua, Sabtu (18/8). Selasa (21/8), Dinas Peternakan NTB melakukan uji cepat (rapid test antigen AI) terhadap 17 ekor ayam yang masih hidup. ”Hasilnya semua dinyatakan negatif,” ucap Kepala Dinas Peternakan NTB drh.Abdul Muthalib. Selain itu juga dilakukan pengambilan serum dan faeces 17 ekor ayam ke Balai Besar Veteriner Regional VI Denpasar Bali.

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr.Baiq Magdalena menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di lingkungan sekitar rumahnya, tidak didapati penyakit seperti yang diderita HB yang dianggap flu burung. ”Belum sampai dinyatakan suspect flu burung. Tetapi kami siaga karena di Bali ada dua orang yang sudah meninggal,” katanya.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» DHC MULAI BUKA POSKO RELAWAN PALESTINA
01/08/2009 04:18 am | 1 Comment
» PEMPROP NTB BANTU DANA SKRIPSI 3.000 MAHASISWA
01/07/2009 04:20 pm | 3 Comments
» PERTUMBUHAN PENDERITA HIV/AIDS NTB 5 BESAR NASIONAL
01/06/2009 04:33 pm | 1 Comment
» ENAM TAHUN ANTRIAN CALON JEMAAH HAJI NTB
01/05/2009 02:27 pm | 1 Comment
» GUBERNUR NTB PIMPIN AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
01/05/2009 01:08 pm | 2 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge