MATARAM - Menteri Negera Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Suryadharma Ali mengatakan, Pondok Pesantren (Ponpes) selain sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan Islam juga harus menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat. ”Bukan justru tumbuh menjadi pusat kuburan koperasi-koperasi, saya tidak ingin datang ke Pondok Pesantren untuk ziarah ke kuburan koperasi,”kata Suryadharma Ali.
Ucapan tersebut disampaikan saat menyerahkan sejumlah program bantuan perkuatan dana bergulir senilai Rp5,3 miliar kepada 47 koperasi se Nusa Tenggara Barat (NTB) Selasa (21/8) di Ponpes Al-Aziziah, Kapet, Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.
Penyerahan program bantuan tersebut disaksikan Gubernur NTB H. Lalu Serinata serta dihadiri Pimpinan Ponpes Al Aziziah, Tuan Guru Haji (TGH) Mustafa Umar Abdul Aziz dan Wakil Bupati Lombok Barat, Izul Islam.
Menurut Suryadharma, masyarakat harus mengawasi koperasi jangan sampai dipimpin oleh orang-orang yang mementingkan kepentingan diri sendiri atau kepentingan kelompoknya. ”Kalau masih ada pimpinan koperasi seperti itu tinggalkan saja,” ujarnya.
Sejumlah program bantuan dalam bentuk dana bergulir yang diserahkan Menkop tersebut diantaranya, Program Pembiayaan Produktif Koperasi dan Usaha Micro (P3KUM) pola konvensional kepada 21 koperasi, kepada dua koperasi program P3KUM pola syariah, serta program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahterah (Perkassa) pola konvensional empat koperasi dan Perkasa pola Syariah 14 koperasi.
Program lainnya adalah pemberdayaan Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) bantuan Tempat Praktek Usaha Santri (TPUS) yang diberikan kepada 6 koperasi. Program P3KUM dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan pelayanan permodalan kepada Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam (KSP/USP) di setiap kecamatan sehingga dapat meningkatkan aktivitas usaha produktif.
Demikian juga dengan program Perkassa dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan USP koperasi wanita agar dapat mendorong aktivitas usaha kaum perempuan untuk membantu meningkatkan pendapatan keluarga. Program pengembangan bisnis retail modern (Smesco Mart) dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan pelayanan kebutuhan barang-barang kebutuhan sehar-hari dari anggota dan masyarakat dengan produk-produk berkualitas serta harga yang terjangkau.
Program fasilitas sarana usaha/produksi dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan produksi koperasi maupun anggota. Sedangkan program Pengembangan Ekonomi Pondok Pesantren melalui pemberdayaan Koppontren dimaksudkan agar setiap Ponpes terdapat sarana Tempat Praktek Usaha Santri yang dapat memberikan bekal keterampilan usaha bagi para santri sehingga dapat mengantarkan mereka menjadi calon wirausaha yang tangguh. ”Saya harap ini semua bisa menjawab permasalahan yang ada di masyarakat,” kata Suryadharma.(supriyantho khafid)




