MATARAM - Terhalang gelombang besar, hingga Jum’at (17/8) siang, Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Ampenan tidak dapat menemukan kapal tongkang Visa I yang memuat 1.200 ton Marine Fuel Oil (MFO) atau minyak berat yang tenggelam di perairan Samudera Indonesia - selatan Lombok, Sabtu (11/8). Sudah dicari menggunakan pesawat Nomad tetapi tidak dapat ditemukan.
Komandan Lanal Ampenan Kolonel Marinir Marwan Mahmud menjelaskan bahwa tidak ada korban jiwa, karena awak kapal penariknya dapat diselamatkan. ”Hanya tongkang yang berisi minyak itu yang tenggelam,” ujarnya, sewaktu ditemui seusai upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI di Mataram, Jum’at (17/8).
Menurutnya, laporan kejadian diterimanya setelah puluhan awak kapal selamat. Lokasi tenggelamnya tongkang tersebut sekitar satu mil dari pantai Teluk Awang di Kabupaten Lombok Tengah. Katanya, tongkang tersebut mengalami hempasan ombak setinggi lima meter. ”Kalau isi minyak itu tumpah, bisa terjadi pencemaran,” ucapnya. Karena itu, Wakil Ketua DPRD Muhammad yang mendengar musibah tersebut minta diseriusi pencariannya. ”Bisa saja ancaman pencemarannya sama gawatnya dengan flue burung,” katanya.
Kapal Visa I milik PT Semesta Electrindo yang diberangkatkan tujuan Bima dari Terminal Transit Petraminan di Tanjung Manggis Bali, Kamis (9/8), mengalami gangguan mesin. Kemudian, kapal tersebut dibantu ditarik oleh Kapal TB Anugerah. Namun, mesin kapal mengalami gangguan kembali Sabtu (11/8) sekitar pukul 06.00 pagi. Karena sekitar pukul 10.57 tidak dapat teratasi, pada posisi 09.20 Lintang Selatan dan 115.47 Bujur Timur, TB Anugerah melepas tarikannya guna penyelamatan. Sebab, dikawatirkan terseret ke Samudera Indonesia dan hilang karena kekuatan arus enam mil per jam.(supriyantho khafid)


