MATARAM - Jumlah penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat (NTB) menurun 8.220 jiwa pada bulan Maret 2007 dibandingkan bulan Mei 2006. Kalau sebelumnya 1.126.672 jiwa atau 26,46 persen maka tahun ini menjadi 1.118.452 jiwa atau 24,99 pesen. Tetapi di daerah perkotaan, lebih banyak jumlahnya 570.834 jiwa atau 30,44 persen dibanding di pedesaan 547.628 jiwa atau 21,06 persen. Sedangkan garis kemiskinan di NTB meningkat dari tahun 2006 semula Rp142.161 menjadi Rp150.026 pada tahun 2007 ini.
Peranan komoditi bahan makanan dalam pembentukan garis kemiskinan pada Maret 2007 lebih banyak dibandingkan komoditi non makanan. Untuk komoditi makanan mencapai Rp116.405 sedangkan untuk komoditi non makanan hanya sekitar Rp33.621.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Marthanius Moechtar mengemukakan bahwa indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan pada tahun 2007 kecenderungan mengalami peningkatan dari tahun 2006. Ini berarti bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin menjauh dari garis kemiskinan. ”Dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin semakin melebar,” katanya kepada LombokNews, Kamis (16/8).
Disebutkan bahwa sebenarnya jumlah dan persentase penduduk miskin di NTB dari tahun 2000 - 2007 cukup berfluktuasi. Pada tahun 2001-2004 cenderung mengalami penurunan. Namun pada tahun 2005 kembali peningkatan hingga tahun 2006 akibat adanya kenaikan harga barang kebutuhan pokok setelah adanya kenaikan harga BBM yang memicu inflasi cukup tinggi. Walaupun tahun 2007 ini menurun 24,99 persen atau jumlahnya 1.118.452 jiwa, jumlah ini masih lebih tinggi dibandingkan tahun 2005 sebanyak 1.033.348 jiwa atau 24,94 persen.
Tingkat kemiskinan antar kabupaten-kota selama periode 2003-2006 menggambarkan adanya perbedaan yang cukup nyata antara pulau Lombok dan Sumbawa di NTB. Jumlah dan persentase penduduk miskin empat daerah kabupaten-kota di pulau Lombok lebih tinggi dibandingkan lima kota dan kabupaten di pulau Sumbawa. Persentase penduduk miskin yang paling tinggi adalah Kabupaten Lombok Barat 32,21 persen dan yang paling kecil adalah di kota Mataram - ibukota Propinsi NTB, 9,46 persen.(supriyantho khafid)


