MATARAM - Kantor Pos Mataram dan sekitarnya mengalami kekosongan meterai Rp6.000, sejak Jum’at (10/8) lalu. Persediaan yang mestinya untuk tiga bulan habis karena peningkatan keperluan masyarakat mengikuti rekrut polisi, pegawai dan juga proyek pengadaan. Untuk mengatasinya, dianjurkan menggunakan meterai senilai Rp3.000 sebanyak dua lembar.
Ketidak tersediaan meterai Rp6.000 tersebut belum diketahui kapan berakhirnya. Sebab, belum diperoleh informasi suplainya dari kantor pusat Pos di Bandung. ”Akhir-akhir bulan ini terjadi pembelian dalam jumlah banyak. Masih ada kendala di pusat. Kami belum memiliki persediaan tambahan,” ujar Kepala Kantor Mataram Hayudi Yulianto kepada LombokNews, Senin (13/8).
Untuk mengatasi kebutuhan penggunaan meterai Rp6.000 tersebut, Hayudi Yulianto menganjurkan masyarakat memakai dua lembar meterai nilai Rp3.000. Sebab, aspek legal formalnya tidak ada perbedaan dan tidak diragukan.
Pelayanan jasa Pos Mataram lainnya yang juga mengalami peningkatan adalah kiriman uang para TKI dari luar negeri yang difasilitasi Western Union sehingga bisa cepat dan segera langsung diterima dalam hitungan menit. Setahun terakhir meningkat 400 persen, menjadi Rp4 miliar. Padahal sebelumnya berkisar hanya Rp800 juta hingga Rp1 miliar.
Kantor Pos Mataram juga mengembangkan pos ekspres kiriman dokumen ke berbagai kota besar di Indonesia dan paket niaga Mataram ke daerah se Nusa Tenggara Barat. Volumenya mencapai 700 kilo sehari. ”Kiriman uang dan paket niaga ini memiliki prospek,” katanya.
Selain itu, Pos Mataram juga telah menyediakan jasa pelayanan pembayaran secara on line langganan bulan telepon, seluler, air, dan angsuran kredit motor dari kendaraan bermotor.(supriyantho khafid)


