Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Sunday, 29 July 2007 • EKONOMI

MATARAM – Lubang tambang Batu Hijau itu sudah sampai kedalaman minus 45 meter dari permukaan laut dan diameternya 1.500 meter. Di sana, seharinya pekerja menambang hingga 600 ribu ton batuan. Semula, sebelum ditambang pada tahun 2000, berada 550 meter di atas permukaan laut. Penambangan akan dilakukan hingga Tahun 2.018 yang kedalamannya mencapai minus 450 meter dari permukaan laut dan diameternya 2.000 meter. Diperhitungkan ada cadangan 1,1 miliar ton yang mengandung tembaga 0,46 persen per ton dan emas 0,37 gram per ton.

”Sekarang masih sepertiganya yang telah ditambang,” ujar Senior Geologist Mine Geology Departement PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) Eddy Prio Wasono menjelaskan kepada wartawan yang berkunjung ke lokasi, Senin (23/7).

Menurutnya, rata-rata produksinya sehari 130.000 ton sehari dari rencana satu juta ton per minggu. Operasinya dilakukan menggunakan ratusan haul truck yang mampu mengangkut 240 ton dibantu tujuh shouvel listrik P&H 4100 yang kapasitasnya 80 ton. Di stockpile (tumpukan batuan mineral), tersimpan 18 juta ton yang mengandung tembaga, emas dan perak berkwalitas tinggi. Kemudian kwalitas medium 84 juta ton, dan low grade 129 juta ton. Kandungan batuan tambangnya di sini,

Itulah kegiatan penambangan terbuka (open pit) yang dilakukan PT NNT sejak 2000 yang mulai konstruksinya Tahun 1996. Untuk itu, PT NNT menanamkan investasinya sebesar US $ 1,8 miliar. Kepemilikan sahamnya 80 persen berasal dari Nusa Tenggara Partnership - pemodalnya 43,75 persen dari Nusa Tenggara Mining Corporation (Jepang) dan 56,25 persen oleh Newmont Indonesia Ltd (Newmont Mining Corp - dan 20 persen dipunyai PT Pukuafu Indah milik Yusuf Merukh. Kini keuntungan perusahaan tambang ini setiap tahunnya mencapai US $ 200 juta.

Dari proyek tambang pertama di Nusa Tenggara Barat tersebut, melibatkan 4.202 orang pekerja PT NNT yang terdiri 78 orang tenaga kerja asing, 1.581 tenaga kerja nasional di luar NTB dan 2.543 orang lokal NTB. Masih ada yang lain, 4.012 karyawan dari 106 kontraktor yang terlibat.

Mengawali penambangan adalah pengeboran dan peledakan. Akibat ledakan, batuan terlepas dari tanah dengan diameter 25 sentimeter. Menggunakan tujuh shovel listrik itulah batuan dimuat ke dalam haul truck berkapasitas 240 ton yang dikemudikan diantaranya oleh operator perempuan untuk diangkut ke dua unit crusher (mesin penghancur) yang memperkecil ukuran bijih batuan hingga berdiameter kurang dari 15 sentimeter. Dari crusher ini, menggunakan ban berjalan sepanjang enam kilometer ke konsentrator yang memisahkan mineral berharga dari batuan tidak berharga melalui proses penggerusan dan flotasi.

Salah seorang metallurgist PT NNT Fatih Wirfiyata yang memandu kunjungan di kompleks konsentrator mengemukakan bahwa batuan mineral diproses menggunakan 2 penggerus Semi Autogenous Grinding atau disingkat SAG dan 4 penggerus berbola baja ball mills yang rata-rata seharinya 156.200 ton. Tidak menggunakan kimia - merkuri atau sianida, proses flotasinya secara fisika menggunakan 50 Flotation Cells. Di sini, rata-rata perolehan bijih tembaga (CU) 90 persen dan Emas (AU) 74 persen. Produksi hariannya 2.300 ton.

Katanya, bijih batuan setelah dicampur air laut, kemudian digerus SAG dan ball mill. Dan keluarnya berupa partikel halus yang terkandung dalam slurry kemudian dipompa ke seperangkat tangki cyclone untuk pemisahan akhir partikel bijih. Bubur bijih halus dari tangki cyclone dialirkan ke sejumlah tangki untuk diambil kandungan mineral berharganya. Tangki ini disebut sel flotasi.

Proses flotasi ini unik karena tidak menggunakan bahan kimia secara berlebihan dan tidak berbahaya sehingga metode pengambilan mineral ini aman dan membantu meminimalkan dampak lingkungan. Secara fisika, proses ini memisahkan mineral berharga dan yang tidak berharga di dalam bijih dengan menggunakan gelembung udara dan reagent dalam jumlah kecil.

Terdapat dua jenis reagent yang diinjeksikan ke dalam tangki : jenis pertama akan mengikat mineral berharga, sedangkan jenis kedua berfungsi menstabilkan gelembung yang terbentuk oleh proses pengadukan. Ketika gelembung udara naik, maka mineral berharga atau konsentrat akan terangkat ke permukaan. Lapisan gelembung ini diselimuti oleh mineral berharga yang berbentuk seperti pasir. Lapisan yang terapung di permukaan sel flotasi inilah yang disebut konsentrat.

Dari sel flotasi, konsentrat dikirim ke tangki CCD (counter-current decanation). Di dalam tangki ini air laut dibuang dan konsentrat dikentalkan dengan cara mengalirkan air tawar berlawanan arah. Air tawar menggantikan air laut dan konsentrat mengendap di dasar tangki.

Konsentrat kemudian mengalir melalui pipa sepanjang 17,6 kilometer menuju ke fasilitas filtrasi di Benete. Konsentrat cair ini ditampung dalam tangki besar dam diaduk terus menerus untuk menghindari terjadinya pengendapan. Konsentrat kemudian disaring untuk membuang kandungan air dalam konsentrat sampai dengan 91 persen dengan menggunakan udara bertekanan.

Setelah proses penyaringan, konsentrat akan berupa bubuk batuan halus atau pasir dan disimpan dalam gudang untuk menunggu pengapalan. Kemudian konsentrat dipindahkan melalui ban berjalan dan dimuat ke dalam kapal. Selama proses pemuatan, konsentrat ditimbang. Proses ini disaksikan oleh perwakilan PT NNT, pembeli dan pejabat pemerintah. Konsentrat akhirnya dikapalkan ke sejumlah pabrik peleburan di berbagai penjuru dunia untuk menjalani proses pemisahan dan pengambilan logam berharga yaitu tembaga, emas dan perak.

General Foreman Port Process Operation Yans Sirajuddin menyebutkan filtration mampu melakukan pemadatan hingga 2.700 ton perharinya. Sedangkan gudang konsentratnya memiliki kapasitas tampung hingga 80.000 ton. Adapun pengapalan konsentrat dilakukan 3-5 kali setiap bulan yang beravariasi volumenya tergantung kapal yang datang, 3.000 - 37.000 ton. Kandungannya konsentrat adalah 30 persen tembaga per ton dan emasnya 10-15 gram per ton, dan peraknya 50-70 gram per ton. ”Setiap konsentrat yang dikapalkan, diuji pada tiga laboratorium,” ujarnya. Yaitu laboratorium milik PT NNT sendiri, laboratorium indendependen seperti Sucofindo dan laboratorium pembelinya. Target perbedaannya, 0,05 persen tidak menjadi masalah. ”Kalau terjadi perbedaan, juri yang memutuskannya,” kata Yans.

Keuntungan setahun perusahaan ini diperkirakan mencapai US $ 200 juta. Royalti yang disetorkan kepada pemerintah sejak pengapalan konsentrat pertama pada 1999 dan jumlah seluruh pembayaran royalti hingga Triwulan I Tahun 2007 adalah sebesar US $ 130.983.797.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» DHC MULAI BUKA POSKO RELAWAN PALESTINA
01/08/2009 04:18 am | 1 Comment
» PEMPROP NTB BANTU DANA SKRIPSI 3.000 MAHASISWA
01/07/2009 04:20 pm | 3 Comments
» PERTUMBUHAN PENDERITA HIV/AIDS NTB 5 BESAR NASIONAL
01/06/2009 04:33 pm | 1 Comment
» ENAM TAHUN ANTRIAN CALON JEMAAH HAJI NTB
01/05/2009 02:27 pm | 1 Comment
» GUBERNUR NTB PIMPIN AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
01/05/2009 01:08 pm | 2 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge