Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Wednesday, 25 July 2007 • EKONOMI

MATARAM - Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selain cukup dikenal dengan predikat Lumbung pangan Nasional karena produksi padinya terus meningkat, juga layak dikembangkan sebagai Lumbung ikan Nasional. Hal tersebut karena didukung tersedianya potensi perikanan yang cukup besar didaerah ini. Secara geografis Provinsi NTB yang terdiri dari dua pulau besar, yaitu Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa serta dikelilingi 484 buah pulau-pulau kecil (menurut Depdagri), memiliki luas wilayah yang jauh lebih besar dari luas daratan. Luaslaut NTB mencapai 29.159,04 kilometer persegi atau 59,13 persen dengan panjang pantai 2.333 km.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Perikanan Provini NTB Ir.H.Lalu Wardi pada jumpa Pers yang dipandu Kabag Humas DR.Ir.H. Manggaukang Raba,MM di Kantornya (24/7-2007) kemarin. Menurutnya, Wilayah perairan laut NTB termasuk perairan laut dalam, dasar perairan terdiri dari batu karang dan pasir, khususnya di wilayah perairan laut Selat Lombok, Selat Alas dan Selat Sape. Ketiga selat tersebut merupakan suatu perairan yang menghubungkan dan mempertemukan dua massa air dari wilayah perairan Laut Jawa dan Laut Flores dengan Samudera Indonesia, sehingga kaya potensi perikanan, tandasnya.

Potensi tersebut manakala dikelola dan dikembangkan dengan baik, tentu menjadi sumber penghidupan yang tidak ternilai harganya. Produksi perikanan NTB bisa terus ditingkatkan, bahkan NTB bisa menjadi Lumbung ikan nasional dalam memenuhi kebutuhan konsumsi nasional maupun untuk pasar ekspor, imbuh Wardiman

Untuk mengembangkan potensi perikanan yang cukup besar dan beragam tersebut, kata Wardi, pihaknya telah membagi wilayah pengembangan Perikanan dan kelautan Provinsi NTB menjasi 3( tiga ) satuan wilayah pengembangan (SWP) yang masing memiliki komoditi andalan untuk diprioritaskan pengembangan. Ketiga Satuan Wilayah Pengembangan tersebut, meliputi Satuan Wilayah Pengembangan (SWP) Pulau Lombok dengan prioritas pengembangan Budidaya Rumput Laut, Budidaya Parikanan air tawar, Air Payau, Perikanan tangkap dan Perairan Umum. Berbeda dengan Satuan Wilayah Pengembangan Pulau Sumbawa bagian Barat, menurut Wardiman Daerah ini memiliki Potensi terbesar pada Budidaya laut dan Budidaya Air Payau sehingga prioritas pengembangnannya diarahkan pada pengembangan budidaya laut dan air payau tersebut. Meski di wilayah Sumbawa bagian Barat juga terdapat potensi budidaya air tawar, namun tidak sebesar potensi di Pulau Lombok, imbuhnya. Sedangkan SWP yang ketiga adalah Satuan Wilayah Pengembangan Pulau Sumbawa bagian Timur dengan prioritas pengembangan perikanan tangkap, budidaya air payau, budidaya laut dan perairan umum.

NTB juga memiliki Zona Pengembangan Kawasan Pesisir dan potensi Perikanan Tangkap yang cukup besar. Terkait dengan pembagian Zona Pengembangan Kawasan Pesisir dan laut, Wardiman merincinya menjadi 18 kawasan, mulai dari Kawasan Gili Indah, Gili Gede, teluk Sepi dan kawasan-kawasan lainnya hinggga Kawasan Maluk dan sekitarnya. Pada potensi Perikanan tangkap, NTB memiliki areal Penangkapan seluas : 29.159,0 km2 dengan Potensi Produksi mencapai 185.518,5 ton dan Potensi Lestari sebesar 129.863 ton. Dari luas Potensi tersebut, areal yang sudah berproduksi atau dimanfaatkan baru mencapai 95.148,0 ton atau sekitar 73,26 persen, tandasnya seraya menegaskan bahwa produksi perikanan NTB masih dapat ditingkatkan jauh lebih besar karena didukung Zona penangkapan yang meliputi : Laut Jawa, Laut Flores, Samudera Hindia, Selat Lombok, Selat Alas dan Selat Sape.

PERIKANAN BUDIDAYA JADI PRIMADONA
Meski memiliki potensi perikanan tangkap yang menjanjikan peningkatan produksi ikan di NTB, namun Pemerintah Provinsi NTB justeru menjadikan perikanan Budidaya sebagai Primadona, baik budidaya laut, budidaya air payau maupun perikanan budidaya air tawar. Menurut Wardiman, Potensi Perikanan budidaya jauh lebih menjanjikan dan menguntungkan untuk dikembangkan didaerahnya.

Pada Budidaya Laut misalnya, NTB memiliki potensi areal yang cocok dan cukup luas untuk pengembangan komoditi mutiara, rumput laut, lobster dan kerapu dan jenis-jenis komoditi ekspor yang bernilai ekonomi tinggi. Mutiara hasil budidaya NTB cukup dikenal dikawasan pasar internasional karena kualitasnya jauh lebih baik dengan hasil budidaya didaerah lain, tandasnya. Demikian juga Lobster dan Kerapu, dua komoditi ini memiliki nilai jual yang sangat tinggi dipasar ekspor. Apabila NTB bisa mengembangkan budaya laut ini lebih optimal lagi, tentu sangat menguntungkan dalam mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat NTB, khususnya nelayan.

Lagi pula pemanfaatan potensi budaya laut tersebut, hingga saat ini masih terbilang sangat kecil. Seperti terlihat pada tabel dibawah, potensi areal pengembangan Mutiara mencapai 23.936 hektar namun yang sudah dimanfaatkan baru sekitar 7,1%. Demikian juga areal pengembangan rumput laut yang mencapai 22.768 hektar, baru dimanfaatkan 30% serta kondisi yang hampir sama terjadi pada budidaya lobster/Kerapu yang mencapai 2.229 hektar namun baru termanfaatkan sekitar 30 persen saja.
Selain Budidaya laut, Potensi yang tidak kalah prospektifnya adalah perikanan Budidaya laut. Kadis Perikanan yang enerjik ini memaparkan bahwa di seluruh NTB terdapat sekitar 25.100 hektar Potensi tambak, namun baru termanfaatkan sekitar 28 persen saja. ”Kita di NTB masih memiliki peluang pengembangan budidaya Tambak sekitar 73,12 persen,” ungkapnya. Komoditi perikanan tambak yang bisa dikembangkan didaerah ini juga cukup beragam. Karenja itu, Pemprop NTB akan terus mengembangkan perikanan budidaya tambak ini lebih luas lagi. Kami berkomitmen budidaya tambak dimasa akan datang akan menjadi primadona. Demikian pula budidaya air tawar sangat mungkin dikembangkan di NTB. Selain mengembangkan Kolam dan Sungai, budidaya air tawar juga akan dilakukan pada embung rakyat dan waduk atau bendunga-bendungan yang sudah dibangun. Saat ini di NTB sudah ada 12 buah waduk yang memiliki potensi budidaya sekitar 12.121,62 hektar.

Sebagai gambaran, potensi produksi perikanan budidaya air tawar pada bendungan mencapai 3.924,21 ton, sedangkan produksi tahun 2006 sebesar 2.500, ton atau 76,3 persen, embung rakyat seluas 1608,6 Hektar dengan potensi produksi 330,5 ton dan produksi tahun 2006 sebesar 205 ton atau 62,0 persen, sungai seluas 8.652 Ha dengan potensi produksi 865,2 ton dan produksi tahun 2006 sebesar 303,1 ton atau 70,0 persen,kolam seluas 6.246,81 Ha dengan potensi produksi 16.704,3 ton dan produksi 2006 sebesar 4.821,8 ton atau 28,86 persen.

Tabel Potensi Perikanan Budidaya laut.
KOMODITAS POTENSI AREAL ( Ha ) PEMANFAATAN ( Ha ) PERSEN
Rumput Laut 22.768 6836,0 30,0
Mutiara 23.936 1700,0 7,1
Kerapu,Lobster, 2.229 668,8 30,0
J U M L A H 48.933 - -

Areal Tambak
KABUPATEN POTENSI (Ha) PEMANFAATAN (Ha) PERSEN PELUANG PENGEMBANGAN (Ha) PERSEN
Lombok Barat 873 302,0 34,59% 648 74,06%
Lombok Tengah 800 339,25 42,41% 245 44,55%
Lombok Timur 3.350 205 6,12% 3.305 94,56%
Sumbawa-Sumbawa Barat 10.275 2.479,6 24,19% 7.865 75,81%
D o m p u 4.700 1.714 36,47% 3.032 64,51%
Bima & Kota Bima 5.122 2.006,0 39,16% 3.365 64,10%
J U M L A H 25.095,5 7.259,9 28,00% 18.460 73,12%

TERKENDALA PRASARANA DAN SARANA.
Dalam upaya mengembangkan potensi perikanan yang tersedia, Pemerintah ProPinsi NTB terkendala oleh minimnya sarana prasarana perikanan budidaya yang memadai. Salah satu yang dicontohkan oleh Kadis Perikanan NTB, terbatasnya keberadaan Balai Benih, baik yang dikelola Pemerintah Propinsi maupun pemerintah Kabupaten/Kota. Demikian pula sarana perikanan tangkap, seperti pelabuhan perikanan dan pangkalan pendaratan ikan, belum maksimal. Diseluruh NTB tempat pendaratan ikan sebanyak 31 buah. Ini menjadi kendala tersendiri untuk bisa meningkatkan produksi dan daya saing perikanan.

Selain itu, prasarana dan sarana pengolahan dan pemasaran hasil perikanan NTB juga masih minim. Misalnya keberadaan pabrik dan gudang es (ice storage) hanya 18 buah, cold storage 10 buah, dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) 31 buah.

Untuk mengatasi kondisi yang kurang menguntungkan tersebut, kedepan pihaknya selain akan melengkapi sarana prasarana perikanan yang dibutuhkan juga akan melaksanakan program revitalisasi perikanan yang diarahkan untuk pengentasan kemiskinan ( pro poor), penciptaan lapangan Kerja (pro job ), percepatan pertumbuhan (pro growth) dan pengembangan agribisnis (pro bisnis)

Revitalisasi Perikanan di NTB diarahkan untuk pengembangan Komoditas Utama yaitu Budidaya Rumput Laut (Gracillaria, Eucheuma Cottoni dan Eucheuma pinosum) dan budidaya Udang (Udang Windu, Udang Vanamei dan Udang Galah). Program Revitalisasi tersebut bertujuan untuk : membangkitkan usaha akuakultur dengan beberapa komoditas unggulan pada lahan budidaya yang terbengkalai, menyediakan lapangan kerja dan peluang usaha, sebagai efek ganda (multiplier effect) dari berkembangnya usaha akuakultur, mendorong penerapan teknologi budidaya yang ramah lingkungan untuk mengatasi kualitas perairan yang menurun akibat intensifikasi

TARGET SASARAN REVITALISASI PERIKANAN BUDIDAYA PROVINSI NTB

No Jenis Ikan Target (ton)
2007 2008 2009

1 Rumput Laut (Euchema sp) 73.320,0 86.000,0 100.000,0
2 Udang Vanamei 6.589,8 9.064,6 12.164,6
3 Udang Windu 1.847,5 2.467,5 3.087,5
4 Nila 4.074,5 6.124,0 8.324,5
5 Lele 1.653,5 2.153,3 2.803,3
6 Gurami 50,0 60,0 70,0
7 Kerapu 883,7 1.459,3 2.150,3
8 Bandeng 10.600,0 12.000,0 14.000,0
9 Abalon 10,0 21,0 75,0
10 Mutiara 3,0 3,5 4,0
(humas)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» DHC MULAI BUKA POSKO RELAWAN PALESTINA
01/08/2009 04:18 am | 1 Comment
» PEMPROP NTB BANTU DANA SKRIPSI 3.000 MAHASISWA
01/07/2009 04:20 pm | 3 Comments
» PERTUMBUHAN PENDERITA HIV/AIDS NTB 5 BESAR NASIONAL
01/06/2009 04:33 pm | 1 Comment
» ENAM TAHUN ANTRIAN CALON JEMAAH HAJI NTB
01/05/2009 02:27 pm | 1 Comment
» GUBERNUR NTB PIMPIN AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
01/05/2009 01:08 pm | 2 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge