Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Friday, 20 July 2007 • DAERAH

MATARAM - Laju pertambahan penduduk di Nusa Tenggara Barat (NTB) masih cukup tinggi. Setahun terakhir, 2006, bertambah 1,38 persen dari 4.140.957 jiwa. Ini berarti terjadi pertambahan penduduk sekitar 50 ribu jiwa per tahun. Jauh lebih tinggi yang lahir dibanding yang meninggal. Jumlah bertambahnya penduduk NTB ini sama dengan jumlah penduduk satu kecamatan.

Sekretaris Badan Kordinasi Keluarga Berencana Nasional NTB Soeharmanto mengemukakannya sewaktu ditemui LombokNews, Jum’at (20/7) pagi. Dikatakannya dari total fertility rate masih 2,69 per wanita usia subur. ”Ini kecenderungan rata-rata wanita NTB ingin punya anak tiga,” ujarnya.

BKKBN NTB menginginkan bisa menghambat bertambahnya penduduk rata-rata hingga 2,3 anak. Untuk mewujudkannya, pembinaan peserta Keluarga Berencana (KB) bisa ditingkatkan agar bisa berdampak terhadap pertumbuhan demografi. Pada tahun 2005 dari 841.648 pasangan usia subur, baru sebanyak 14,51 persen atau 122.085 orang yang tercatat sebagai akseptor dan sebanyak 73,25 persen atau 616.509 orang sebagai peserta KB aktif.

Sebelumnya, Gubernur NTB Lalu Serinata pada kesempatan pembukaan TNI Manunggal KB Kesehatan di Pondok Pesantren Atthohiriyah di Bodak Desa Montong Terap Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah, Senin (16/7) mengatakan bahwa dibidang KB dan Kesehatan, meski mengalami kemajuan yang menggembirakan, namun diakui kesehatan masyarakat NTB belum sepenuhnya menggembirakan. Banyak masyarakat NTB, khususnya kalangan keluarga miskin yang belum ber- KB. ”Sehingga cenderung mereka masih memiliki jumlah keluarga atau anak yang cukup banyak,” katanya.

Kondisi ekonomi dan kurangnya pemahaman tentang pentingnya KB merupakan salah satu kendala yang masih dihadapi. Faktor tingginya tingkat kemiskinan, masih rendahnya derajat kesehatan masyarakat serta masih tingginya angka pertumbuhan penduduk, sekaligus menjadi salah satu faktor penghambat pembangunan NTB, tandas Gubernur.

Partisipasi pria untuk ikut dalam program KB di NTB, masih sangat rendah. Rata-rata tingkat partisipasi pria berKB hanya 0,7 persen. Keterbatasan variasi alat kontrasepsi untuk pria juga ditengarai sebagai salah satu penyebab rendahnya minat pria untuk ber-KB. Dari 530.960 akseptor, jumlah akseptor pria hanya sebanyak 4.735 orang dan 3.355 diantaranya menggunakan vasektomi dan 1.380 menggunakan kondom.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» KELUARGA TIGA TKI LOMBOK TIMUR MENERIMA SANTUNAN MASING-MASING RP37 JUTA
05/17/2012 02:36 pm | 1 Comment
» KARENA DIRUGIKAN PEMBERITAAN, DOSEN FH UNRAM GUGAT RP7,5 MILIAR
05/16/2012 07:19 am | 2 Comments
» HERYADI RACHMAT MERILIS BUKU GEOWISATA NTB
05/15/2012 11:08 am | 4 Comments
» DAYA BELI GABUNGAN PETANI NTB 95,53
05/15/2012 10:27 am | 1 Comment
» SELAMA 2011 DIDUGA TERJADI 61 KASUS KORUPSI DI NTB
05/14/2012 08:46 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com