MATARAM - Selama dua minggu terakhir, sudah lebih seribuan kamar hotel berbintang di Lombok yang mengalami pembatalan reservasi karena larangan terbang pesawat Indonesia oleh Komite Uni Eropah. Tanpa memberikan pilihan lain, travel agent asal Eropah membatalkan kunjungan wisatawannya ke Lombok. Rata-rata lebih dari 100 orang masing-masing hotel dari 13 hotel anggota Lombok Hotel Associations yang tidak jadi memberangkatkan wisatawannya ke Lombok.
Holiday Resort sudah mengalami pembatalan paket wisatanya hingga 300an orang asing dari bandara keberangkatan Bali dan Jakarta yang berencana berlibur ke Lombok selama bulan Juli-Agustus 2007. Hasil inspeksi mendadak DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) yang ingin tahu dampak larangan Uni Eropah tersebut, Selasa (10/7) lalu, rata-rata setiap grup memesan lima kamar batal. ”Kita harus cari alternatif kapal cepat dari Bali ke Lombok,” ujar Manajer Public Relation Holiday Resort Rahayu P Lestari kepada LombokNews, di sela pembukaan Festival Senggigi untuk meningkatkan daya tarik pariwisata Lombok Barat, Sabtu (14/7) petang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Muhammad Nur mengemukakan alternatif layanan kapal cepat. Ini harus dilakukan untuk menghindari menghilangnya destinasi Lombok dari peta perjalanan wisata akibat larangan tersebut. Karenanya, sudah dilakukan kordinasi dengan Dinas Perhubungan NTB. ”Harus secepatnya direalisasi,” kata Nur.
Menurut Rahayu P Lestari, setelah dilakukan kordinasi dengan Dinas Perhubungan Nusa Tenggara Barat (NTB), ada dua kapal cepat yang bisa digunakan melayani penyeberangan. Yaitu Suranadi Expres dan Gilicat - kapasitas penumpang 16 orang - yang dapat membuka jalur Padangbai Bali ke Lembar dan Teluk Kodek yang berdekatan dengan pulau wisata Gili Trawangan.
Sewaktu dihubungi, Kepala Dinas Perhubungan NTB Soekartadji Anwar menjelaskan, pilihan ini sudah ditawarkan kepada pengusaha. Hanya, kendalanya para pengusaha kapal cepat itu menghitung terlebih dahulu pangsa pasar. ”Agar tidak merugi,” ucapnya.
Dua tahun lalu, sewaktu penerbangan tidak mengalami kendala, transportasi kapal cepat Mabua Expres dan Bounty Cruise menghentikan layanannya karena rendahnya jumlah penumpang yang dilayani dari Bali ke Lombok
Untuk penerbangan Garuda dari Jakarta ke Mataram, disebutkan oleh General Manager Garuda Mataram Muhammad Frederik Kaisiepo, memang diakuinya ada pembatalan yang terjadi beberapa hari terakhir ini. Apalagi tour operator 10 negara Eropah menghapus schedule winters Nopember 2007 - Maret 2008 ke Lombok. Namun, reservasi dari Amsterdam sebenarnya tidak mengalami perubahan. ”Kami melakukan pendekatan,” katanya.
Garuda pun melakukan Summit Meeting dan mengundang International Civil Aviation Organization untuk melihat Garuda Maintenance Facility yang juga melakukan perawatan pesawat yang digunakan ke Eropah. ”Namun untuk memperkecil pembatalan, alternatifnya adalah tersedianya layanan kapal cepat dari Bali,” ucap Frederik.
Demikian pula dari Jepang tidak mengalami masalah. Seperti dikemukakan oleh Direktur PT Green Enterprise Golf Club Kaori Ushida di Golong Narmada Lombok Barat, masih banyak wisatawan Jepang yang tetap menggunakan Garuda ke Bali. ”Untuk Jepang tidak ada masalah. Mereka juga mengalihkan kunjungan wisatanya dari Hawai ke Bali,” ujarnya.
Pariwisata merupakan andalan pendapatan daerah Kabupaten Lombok Barat. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Lombok Barat Tjokorda Suthendra Rai, pajak hotel dan restoran menyumbang Rp18 miliar dari sejumlah Rp28 miliar pendapatan asli daerah. ”Karenanya, transportasi alternatif harus disiapkan,” katanya.(supriyantho khafid)


