MATARAM - Akibat larangan menumpang penerbangan Indonesia oleh Uni Eropah, sudah terjadi pembatalan reservasi pendakian gunung Rinjani. Cukup banyak paket pendakian ke gunung tertinggi kedua di Indonesia ini yang dibatalkan oleh Sunda Trails – agen perjalanan di Senggigi Lombok yang bekerja sama dengan agen perjalanan asal Belanda.
Rinjani Trekk Manager Asmuni mengemukakan adanya pembatalan tersebut sewaktu ditemui, Senin (9/7). ”Pembatalan tersebut akibat larangan menumpang pesawat Indonesia,” ujarnya. Setahun terakhir, jumlah pendaki mancanegara ke Rinjani mencapai 3.222 orang melalui pintu pendakian Senaru dan Sembalun Lawang. Dari Senaru tercatat, ada 23 negara asal pendaki yang terbanyak dari Inggris disusul Perancis, Belanda dan Jerman.
Utamanya pembatalan dilakukan oleh mereka yang melakukan perjalanan lanjutan dari dan ke Flores Nusa Tenggara Timur untuk mendatangi obyek wisata antara lain Danau Kelimutu di Kabupaten Ende. Pantai Riung di Kabupaten Ngada dan Komodo di Kabupaten Manggarai. Setelah itu menuju ke Lombok
Utamanya, adanya larangan menumpang pesawat Indonesia di dalam negeri yang menyebabkan adanya pembatalan wisatawan dari Bali ke Lombok dan Flores NTT. Menurut informasi yang diperoleh, kepatuhan warga Eropah terhadap larangan menggunakan penerbangan Indonesia itu disebabkan tidak adanya jaminan asuransi di negaranya apabila terjadi musibah. Adapun perjalanan mereka dari Eropah umumnya menggunakan Singapore Airlines dan Malaysian Air System menuju Bali.
Direktur Utama Sunda Trails Anita Verhoeven asal Belanda menjelaskan sudah tiga grup sejumlah 10 orang telah membatalkan rencana perjalanannya. ”Ada peraturan organisasi travel agent yang ketat mengenai larangan ini,” ujarnya kepada LombokNews secara terpisah. Sebab, paket tur mereka adalah utamanya ke Flores NTT.
Untuk menyiasati adanya pembatalan tersebut, mereka diberikan alternatif menggunakan kapal feri dari Bali ke Lombok. ”Tetapi kalau saya lebih baik naik pesawat. Naik feri saya tidak yakin. Lebih parah,” ucapnya. Demikian pula jalanan di daratan Lombok menuju obyek wisata juga banyak yang rusak.
Juga kepada LombokNews, Operation Manager Biro Perjalanan Orisa Mulyo Nugroho mengatakan adanya 15 orang wisatawan yang menuju Lombok dan Flores terancam batal. Biasanya dalam setahun ada 15 grup sejumlah lebih 200 orang yang dilayaninya. Namun, untuk menghindari pembatalan, Orisa menawarkan pilihan berkunjung keliling Lombok via laut dan darat untuk mengganti perjalanan seminggu ke Flores. Atau meneruskan perjalanan juga menggunakan jalan darat via Pelabuhan Sape Bima menyeberang ke Labuan Bajo di Manggarai.(supriyantho khafid)


