Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Monday, 9 July 2007 • KESEHATAN

MATARAM - Diusulkan di Indonesia adanya aborsi aman. Sebab membuat klinik abortus aman tidaklah sukar. Hanya perlu dipersiapkan strategis pelaksanaannya, rumah sakit/puskesmas yang steril, syarat-syarat peserta, tegana yang kwalified dan evaluasi.

Dosen Fakultas Kedoteran Universitas Diponegoro Semarang Prof.Dr.Untung Praptohardjo SpOg (K) mengemukakannya dalam orasi ilmiah di depan peserta Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Obstertri dan Ginekologi Indonesia (PIT-POGI) yang berlangsung di Mataram, Senin (9/7). ”Di Indonesia, program abortus aman belum ada. Adanya baru pasien abortus,” ucapnya. PIT-POGI di Mataram temanya adalah peran obstetri dan ginekologi dalam penurunan angka kematian ibu.

Masalah abortus dikemukakan kaitannya dengan tingginya angka kematian ibu (AKI) melahirkan. Indonesia berada di peringkat tertinggi se negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN). ”Tugas saya sebagai guru besar Obstetri dan Ginekologi betul-betul gagal,” katanya. Sewaktu AKI di Indonesia mencapai 400 per 100.000 kelahiran hidup, di Singapura hanya enam, Brunai Darussalam nihil, Malaysia 39, Thailand 44 dan Philipina 170. Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2003 menghasilkan AKI 307.

Menurutnya, sebenarnya abortus aman sudah dikerjakan oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia semenjak tahun 1992 di Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Kupang dan Manado. Bahkan, katanya di Semarang sudah dilaksanakan sejak tahun 1982 hingga sekarang.

Angka abortus di Indonesia tidaklah sedikit karena sejak krisis ekonomi tahun 1997 kelompok unmet bertambah jumlahnya karena pemerintah tidak dapat memenuhi kebutuhan alat kontrasepsi yang harganya mahal sehingga tidak dapat dicapai masyarakat. Dalam hal ini perempuan yang hamil dan hamilnya tidak dikehendaki lalu pergi ke dukun yang mengundang banyak bahaya.

Disebutkan bahwa jumlah abortus di Indonesia cukup tinggi. Menurut survey SKRT tahun 1995 menunjukkan bahwa aborsi memberikan kontribusi 11 persen terhadap angka kematian ibu (AKI) di Indonesia. Angka itu bisa lebih besar karena lebih banyak perempuan yang meninggal tidak dilaporkan apalagi yang meninggal karena aborsi tidak aman. Diperkirakan bahwa kontribusi aborsi terhadap AKI bisa mencapai 30-50 persen.

Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 1993 memperkirakan 12 persen kehamilan akan berakhir dengan aborsi. Diperkirakan jumlah aborsi tiap tahun mencapai 750.000 - 1.500.000 atau 18 aborsi per 100 kehamilan. Perkiraan lain seperti dikutip Untung Praptohardjo, insiden abortus per tahun 2.000.000 atau 43 per 100 kehamilan.

Data tersebut memberi gambaran bahwa angka kematian ibu akibat aborsi tidak aman, memberikan data yang signifikan terhadap AKI. Bila abortus dilarang makan dua pertiga hingga tiga perempat akan membahayakan biu. Studi kasus menyatakan bila abortus aman diperbolehkan tak akan menyebabkan kematian.(supriyantho khafid)

7 Comments »
  • aborsi?
    suatu hal yang tidak berperikemanusiaan….
    ya kalo gak mau hamil, KB aja lah bgi yang udah nikah
    yang belum nikah jgn berani coba2..kan tau sendiri aborsi itu mengakibatkan kematian.
    kalau sampai pemerintah melegalkan aborsi, maka sama aja melegalkan pergaulan bebas…
    emang pada gak mikir, gimana kalo “kita” yang jadi janin di dalam diri wanita itu…
    emang kita mau gak pernah dianggap???
    emang mau kalau bapak atau ibu kamu nge-seks bebas ma orang lain…
    ih…jijik…
    hanya orang bodoh yang merampas harga diri orang lain…
    semoga ini jadi bahan renungan untuk kita…

    Comment by iaaa — December 17, 2008 @ 12:54 pm

  • Abortus itu memiliki arti keguguran, untuk penanganan pasien keguguran saat ini sudah legal karena itu bisa dilakukan di Rumah Sakit. Sedangkan aborsi yang dimaksud dengan pengguguran kehamilan secara sengaja tanpa indikasi medis saya secara pribadi tidak setuju bila hal itu di legalkan. Ada benarnya bila aborsi bisa dilakukan secara aman (legal) akan menurunkan AKI, tetapi perlu dipikirkan juga akibat yang mungkin terjadi bila hal itu direalisasikan. Penurunan AKI memang menjadi tujuan utama dari pemerintah tapi tidak dengan menghalalkan segala cara.

    Comment by epi — March 5, 2009 @ 2:17 pm

  • aborsi hrs dicegah bersama. Pihak wanita hrs py sikap jika ada permintaan sang pacar agar aborsi.

    Comment by Abimmessibima — July 24, 2009 @ 2:29 am

  • Kalau klinik aborsi legal tanpa indikasi medis memang sudah ada di beberapa kota, namun belum banyak terpublikasi karena dikhawatirkan akan menimbulkan pro kontra di masyarakat kita. Saya setuju saja atas adanya klinik aborsi legal ini asalkan memang ada aturan yang jelas dan tegas, jangan sampai timbul kesan memfasilitasi orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan aborsi…Pelaku aborsi tidak melulu pasangan yg melakukan free sex seperti itu. Kenyataannya tidak sedikit pasangan menikah melakukan aborsi dengan alasan telah memiliki banyak anak, usia, atau faktor ekonomi.

    Comment by denys — November 15, 2009 @ 11:55 pm

  • Dilihat dari uraian di atas, terkesan (menurut persepsi saya) apapun jenis abortus itu harus dilakukan dengan tindakan abortus aman. Itu saya setuju..! Tapi jika solusi supaya tidak terjadi kehamilan yang tidak diinginkan (termasuk kehamilan karena seks bebas) tidak dicari juga solusinya, saya sangat sangat tidak setuju. Karena artinya, si penulis membiarkan kalau masyarakat Indonesia dengan pergaulan bebas yang jelas-jelas melanggar aturan agama, norma budaya Indonesia. Mau jadi apa generasi penerus Indonesia, kalau secara tidak langsung mereka sudah jadi pembunuh ! Nauzubillah himinzaliq…

    Comment by Elvi — December 15, 2009 @ 12:25 pm

  • Aborsi? Alasan klise aja orang aborsi, lihat di inggris beberapa ibu yg disarankan aborsi oleh dokter kr dihawatirkan kondisi kandungannya, nyatanya yg menolak masih hidup tuh? Ah Aki? Seolah hidup ditangan mereka.

    Comment by Anak seribu pulau — December 16, 2009 @ 12:37 am

  • berapa jumlah abortus tahun 2009

    Comment by rizal — February 3, 2010 @ 5:24 pm

  • Leave a comment








    Recent Comments
    » KELUARGA TIGA TKI LOMBOK TIMUR MENERIMA SANTUNAN MASING-MASING RP37 JUTA
    05/17/2012 02:36 pm | 1 Comment
    » KARENA DIRUGIKAN PEMBERITAAN, DOSEN FH UNRAM GUGAT RP7,5 MILIAR
    05/16/2012 07:19 am | 2 Comments
    » HERYADI RACHMAT MERILIS BUKU GEOWISATA NTB
    05/15/2012 11:08 am | 4 Comments
    » DAYA BELI GABUNGAN PETANI NTB 95,53
    05/15/2012 10:27 am | 1 Comment
    » SELAMA 2011 DIDUGA TERJADI 61 KASUS KORUPSI DI NTB
    05/14/2012 08:46 pm | 1 Comment
    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com