MATARAM - Mataram kembali mengalami kesulitan bahan bakar minyak premium sejak Jum’at (6/7) malam hingga Sabtu (7/7) siang ini. Akibatnya, Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) di seluruh kota Mataram dan sekitarnya tutup. Kekosongan suplai SPBU dari Depo Pertamina Ampenan tersebut berlangsung sepanjang hari Jum’at karena alasan cuaca menyebabkan kapal tanker baru bisa menyalurkan premium Sabtu pagi ini.
Menurut Kepala Bagian Oprasional SPBU Primkopal Ampenan Petrus Lexi, sejak Jum’at malam pukul 19.00 Waktu Indonesia Tengah tidak lagi melayani pengisian premium untuk umum. Sebab, tidak ada suplai dari Pertamina yang biasanya mengisi 16-20 kiloliter atau 16.000 - 20.000 liter seharinya. Masih ada tersisa 3.000 liter di dalam tangki namun ditutup karena kawatir diserbu pemilik kendaraan bermotor karena SPBU lain sudah tutup. ”Sehari tidak ada suplai,” ujarnya.
Walaupun antrian belum mengular hingga satu kilometer masyarakat sempat kawatir kesulitan premium karena sejak waktu yang sama hingga Rabu (11/7), terjadi peningkatan penggunaan kendaraan hingga 700an unit mobil sewaan selama seminggu untuk keperluan 2.000 orang peserta Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia di Mataram.
Staf Operasional Depo Pertamina Ampenan Gusti Widiarsa mengatakan bahwa kapal tanker yang menyuplai mengalami keterlambatan ini disebabkan hambatan cuaca. Seharusnya Jum’at pagi sudah sandar dan mengisi tapi baru tiba malam harinya. ”Baru pagi ini bisa sandar,” ucapnya sewaktu dikonfirmasi.
Kapal tanker yang ditunggu Sabtu pagi sudah sandar di pantai Ampenan membawa muatan untuk menyuplai 3.000 kiloliter.(supriyantho khafid)


