MATARAM - Kondisi kepala keluarga (KK) yang menempati rumah sehat di Nusa Tenggara Barat (NTB) kurang dari target 70 persen. Dari data 2006, Lombok Tengah terendah hanya 35,44 persen. Hanya Kabupaten Lombok Timur dari sembilan kabupaten dan kota se NTB yang jumlah KKnya 70,89 persen menempati rumah sehat.
Kepala Dinas Kesehatan NTB dr.Baiq Magdalena mengemukakan rumah sehat tersebut dalam pemaparan hasil kegiatan program kesehatan di NTB. ”Kami menargetkan KK yang menempati rumah sehat hingga 70 persen,” ujarnya.
Setelah Lombok Tengah, secara terinci kota Bima hanya 50,52 persen KK yang menempati rumah sehat, Kabupaten Dompu 3,33 persen, Kabupaten Bima 58,04 persen, kota Mataram sebagai ibu kota Propinsi NTB 59,12 persen, Kabupaten Lombok Barat 63,44 persen, Kabupaten Sumbawa 66,12 persen, Kabupaten Sumbawa Barat 68,52 persen, Kabupaten Lombok Timur 70,89 persen.
Selain itu, Bagdalena juga menjelaskan bahwa angka kematian bayi setiap 100.000 kelahiran hidup, di NTB lebih tinggi dari rata-rata nasional. Berdasar Survey Demografi Kelahiran Indonesia 2002. Kematian sewaktu lahir mencapai 24, setelah dilahirkan 51, setelah melahirkan 51, bayi 74, anak-anak 31 dan dibawah usia lima tahun (balita) 103. Jumlah ini lebih tinggi dibanding angka nasional sewaktu lahir 20, setelah dilahirkan 15, bayi 35, anak-anak 11 dan balita 46.
Data Dinas Kesehatan NTB memaparkan persalinan oleh tenaga kesehatan di NTB rata-rata baru 77,63 persen. Sebagian lainnya dilakukan oleh dukun di desa-desa terbanyak di Kabupaten Sumbawa hingga 40,4 persen. Ratio bidan terhadap penduduk satu berbanding 3.908 dan dokter satu berbanding 13.280.
Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah 2006 menyebutkan bahwa puskesmas baru 15 persen yang terakreditasi, lima layanan dasar rumah sakit tiga persen, sarana kesehatan penunjang sudah seluruhnya, desa yang telah mencapai cakupan imunisasi 87,6 persen, cakupan Tetanus Toxoid ibu hamil 87,9 persen.(supriyantho khafid)


