Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Saturday, 7 July 2007 • TRANSPORTASI

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Drs. H.L. Serinata bertekad membuka isolasi wilayah di daerahnya. Untuk itu, ia terus melakukan pengembangan jalan di lingkar selatan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. ”Dengan membuka jalan lingkar selatan, daerah ini akan terus berkembang”, ungkapnya di berbagai kesempatan.

Hal ini beralasan, karena keberadaan sarana infrastruktur wilayah yang memadai, merupakan salah satu faktor penentu kemajuan suatu daerah. Minimnya sarana prasarana infrastruktur wilayah memberikan dampak yang kurang menguntungkan, bukan hanya menghambat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengurangi minat investasi dalam pengembangan potensi daerah.

Diakui gubernur, keberadaan berbagai sarana infrastruktur wilayahnya, selain masih sangat minim juga kondisinya memperihatinkan. Kondisi tersebut menyebabkan masih adanya sejumlah wilayah, khususnya pada daerah- daerah yang kaya potensi baik di Pulau Lombok maupun di kawasan Pulau Sumbawa yang hingga kini belum terjamah atau terisolir. ”Jangankan untuk investasi, untuk bisa tembus kelokasi itu saja perlu perjuangan keras”, tandasnya.

Gubernur NTB, Drs.H.Lalu Serinata pada acara peresmian dimulainya pembanguan delapan buah jembatan bantuan hibah Pemerintah Jepang yang menghubungkan SEJORONG, TATAR, LUNYUK DAN SEKITARNYA, di Kabupaten Sumbawa Barat, mengungkapkan hal tersebut. Dikatakannya, pihaknya sangat menyadari minimnya sarana pendukung infrastruktur jalan, jembatan dan transportasi lainnya di NTB telah memberikan dampak yang kurang menguntungkan bagi percepatan daerah.

Di Kabupaten Sumbawa Barat, kata Gubernur, Kawasan Sejorong dan Lunyuk hingga kini sangat sulit digapai. Pembangunan tidak bisa berjalan karena satu-satunya jalan penghubung yang dapat dilalui adalah jalan rintisan yang dibangun masyarakat, berupa jalan tanah, itupun kondisi dan tantangannya sangat berat, karena belum dilengkapi sarana jembatan, sehingga praktis kawasan ini merupakan daerah yang masih terisolir.

Padahal dilihat dari kandungan potensi yang dimiliki, kata Gubernur, kawasan ini merupakan kawasan pertanian yang subur, serta memiliki prospek yang cukup baik bagi pengembangan sektor-sektor lainnya seperti perkebunan, peternakan, pariwisata dan lain-lain. Kondisi ini menyebabkan hasil-hasil bumi yang melimpah tidak bisa dipasarkan dan tidak memiliki nilai apa-apa bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Bila terjadi musibah atau kerawanan pangan, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi, imbuhnya. Kondisi rawan pangan sudah pernah terjadi di kawasan ini, sehingga begitu sulit penangannnya karena terkendala tantangan medan yang cukup berat. ”Jangkankan mengangkut bantuan untuk masyarakat, untuk bisa sampai pada lokasi kejadian saja, para petugas harus berjuang sekuat tenaga”, seloroh Gubernur yang low profil ini.

Kondisi yang hampir sama beratnya juga masih terjadi di beberapa daerah lain di NTB, Seperti di Dompu, Kabupaten Bima, Bahkan di Kota Bima Jalan Jurusan Melalyu - Kolo akan diperjuangkan dan diprioritaskan pada tahun 2008 mendatang. Banyak sarana-prasarana infrastruktur yang harus dipacu pembangunannya agar daerah ini tidak terus-terusan tertinggal dan terisolasi, tandasnya.

Karena itu, kedepan pihaknya berkomitmen untuk lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur, utamanya pembangunan jalan, jembatan dan fasilitas transportasi lainnya pada daerah-daerah yang potensial. Bahkan pemerintah Provinsi NTB telah menetapkan pembangunan jalan lingkar selatan Pulau sumbawa sebagai salah satu program prioritas yang harus segera dituntaskan. syukur alhamdulillah, program tersebut kini akan segera terealisir.

Sesuai dengan strategi Pembangunan Daerah Nusa tenggra Barat yang masih tergolong tertinggal pada pembangunan infrastruktur wilayah, pada dasarnya diarahkan untuk membuka, meningkatkan kualitas dan pemeliharaan jalan serta jembatan, menyediakan tersedianya kebutuhan air bersih baik air untuk irigasi seperti pembangunan DAM, Bendungan, Embung dan saluran irigasi, serta sasaran yang tidak kalah pentingnya adalah meningkatkan kualitas perumahan masyarakat. Kondisi Rumah pada dasarnya sangat menentukan terwujudnya sumberdaya keluarga dan masyarakat yang berkualitas, ungkap Gubernur.

Selain itu, peningkatan infrastruktur juga diupayakan untuk meningkatkan persediaan kebutuhan listrik melalui kerjasama pihak-pihak terkait, meningkatkan keseimbangan dan kelestarian lingkungan serta meningkatkan kemampuan perhubungan darat, laut dan udara sehingga setiap lokasi di NTB dapat berhubungan keluar termasuk perhubungan melalui Telekomunikasi.

INFRASTRUKTUR MEMBAIK, INVESTASI MENINGKAT.
Gubernur mengakui bahwa dalam upaya pembangunan sarana infrastruktur wilayah yang memadai, Pemerintah Provinsi NTB dihadapkan pada permasalahan anggaran. Memang jika dilihat kondisi saat ini, infrastruktur wilayah di NTB sudah jauh lebih memadai jika dibandingkan pada masa-masa sebelumnya. Perhatian dan minat investasipun sudah kian positip, sebagai pertanda bahwa kondisi infrastruktur sebagai salah satu faktor penunjang daya tarik investasi sudah semakin baik.

Meski demikian, mengatasi tingkat keterisolasian wilayah yang demikian kompleks permasalahannya, masih membutuh dana besar. Pada Sektor Transportasi, khususnya sarana jalan dan jembatan saja membutuhkan dana yang besar. Secara umum jalan nasional yang ada di NTB sepanjang 1.844,28 KM Jalan dalam Kondisi Rusak berat sepanjang 697,8 KM, jalan tanah sepanjang 169,36 km dan jalan belum tembus sepanjang 157,36 Km. Hal ini tentu menjadi kendala dan tantangan yang cukup berat, sementara kemampuan pemerintah untuk melakukan pemeliharaan dan pembangunan jalan baru, masih terkendala oleh minimnya kemampuan keuangan dan anggaran yang dimiliki.

Karena itu, untuk mempercepat pembangunan sarana infrastruktur di NTB, Gubernur Serinata mengharapkan adanya kepedulian dan dukungan yang pendanaan yang lebih besar dari pemerintah Pusat. Demikian pula bantuan dari negara-negara donor, program bantuan dalam bentuk hibah dibidang pembangunan infrastruktur sangat kami butuhkan, tegasnya. Saat ini Pemerintah Jepang telah memberikan bantuan hibah berupa pembangunan 8 ( delapan) buah jembatan untuk membuka keterisolasian wilayah lunyuk dan sekitarnya. Bantuan Serupa diharapkan juga datang dari negara-negara lain, bukan saja dalam bentuk pembangunan jembatan atau jalan, tetapi bisa juga dalam bentuk pembangunan sarana irigasi, sanitasi, perumahan/pemukiman serta air bersih dan infrastruktur penunjang investasi lainnya.

Gubernur berharap, dengan adanya program bantuan hibah berupa pembangunan 8 (delapan) jembatan dari pemerintah jepang ini, diharapkan nantinya daerah-daerah yang selama ini masih terisolasi, khususnya pada daerah-daerah yang padat potensi, secara bertahap akan teratasi, yang pada gilirannya mampu memberikan multiplayer effect bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat nusa tenggara barat.

Selain itu, untuk merangsang pemerataan dan pertumbuhan ekonomi daerah, Pemerintah Provinsi NTB tahun 2007 ini telah merealisasikan kebijakan Subsidi suku Bunga Bank dan Subsidi transportasi udara dan laut antara pulau Lombok dan Sumbawa. Penandangan MOU Subsidi Suku Bunga Bank dan Subsidi Transportasi tersebut dilakukan Gubernur NTB, Drs.H.Lalu Serinata di RRU (3/7-07) dengan pihak bank Pelaksana serta PT.Trans Nusa Air sebagai maskapai penyedia angkutan udara dan PT.Citra Wisata Suranadi sebagai penyedia transportasi laut.

Gubernur Menegaskan bahwa program subsidi ini benar-benar program yang bertujuan mulya untuk membantu masyarakat kecil untuk memperoleh kredit yang lebih murah, sehingga usaha mikro atau usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh keluarga, kelompok atau perorangan dapat semakin tumbuh, sehingga pondasi ekonomi daerah akan menjadi lebih kuat, seiring dengan membaiknya ekonomi masyarakat.

Dalam upaya mengantisipasi agar program subsidi ini tidak disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan tertentu, maka mekanisme pemberian kredit sepenuhnya diserahkan kepada bank pelaksana dengan tetap mengedepankan prinsip kredit/pembiayaan yang sehat, bukan melalui pemerintah daerah.

Pengembangan transportasi udara dan laut di NTB, merupakan kebutuhan dalam upaya mengimbangi mobilitas masyarakat yang semakin meningkat serta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. terlebih lagi dengan kondisi geografis NTB yang termasuk Provinsi kepulauan dan dipisahkan oleh selat dan laut, tentu sangat membutuhkan suatu sistem transportasi yang tepat agar mampu menjangkau daerah-daerah yang potensial, sehingga tidak terjadi disparitas pengembangan antar wilayah.

Penerbangan Mataram - Bima ( PP) direncanakan 3 (tiga ) Kali seminggu yaitu : Senin, Rabu dan Sabtu dengan tarif umum sebesar Rp. 475 Ribu, disubsidi oleh pemerintah daerah sebesar 25% sehingga menjadi sebesar Rp.365.250. Sedangkan Penerbangan Mataram - Sumbawa (PP) Bima pada hari selasa, Kamis dan sabtu dengan tarif setelah subsidi oleh Pemerintah Provinsi menjadi sebesar Rp.224.250.

Gubernur berharap kepada pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan program subsidi ini, terutama kepada pihak bank pelaksana serta PT.Trigana dan PT. Sari Ampenan dapat melaksanakan butir demi butir kesepakatan dengan sebaik-baiknya, obyektif dan seadil-adilnya, tanpa mengabaikan pemenuhan persyaratan administrasi sesuai ketentuan yang ada.(Humas)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» DHC MULAI BUKA POSKO RELAWAN PALESTINA
01/08/2009 04:18 am | 1 Comment
» PEMPROP NTB BANTU DANA SKRIPSI 3.000 MAHASISWA
01/07/2009 04:20 pm | 3 Comments
» PERTUMBUHAN PENDERITA HIV/AIDS NTB 5 BESAR NASIONAL
01/06/2009 04:33 pm | 1 Comment
» ENAM TAHUN ANTRIAN CALON JEMAAH HAJI NTB
01/05/2009 02:27 pm | 1 Comment
» GUBERNUR NTB PIMPIN AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
01/05/2009 01:08 pm | 2 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge