MATARAM - Banyaknya pengendara motor yang mengeluh mengalami gangguan diduga akibat BBM oplosan di Mataram, Pertamina Depot Ampenan bersama Himpunan Wira Swasta Nasional Minyak dan Gas Nusa Tenggara Barat (Hiswana Migas NTB) melakukan uji sampel kualitas BBM dari SPBU di Mataram, Kamis (28/6). Selanjutnya, sampelnya dikirim ke Terminal Transit Manggis di Karangasem Bali untuk diteruskan ke Surabaya.
Sekretaris Hiswana Migas NTB Nurdin Ending mengemukakan bahwa indikasi adanya premium oplosan tersebut masih diselidiki. ”Kami tidak ingin gegabah menuduh jadi harus diteliti dulu sampelnya,” kata Nurdin.
Sampel premium yang diuji diambil dari tangki penimbun di Depot Pertamina di Ampenan yang lokasinya di pinggir pantai dan sekitarnya adalah pemukiman penduduk. Sampel diambil dari bagian atas, tengah dan bawah. Menurut Nurdin, kemungkinan kecil pengoplosan dilakukan di 27 SPBU se pulau Lombok. Sebab dampak dari premium yang diduga dioplos tersebut dialami hampir merata di seluruh Lombok.
Diharapkannya, setelah terjadinya keluhan pengendara motor yang mengalami gangguan kendaraannya, para pengusaha SPBU memeriksa terlebih dahulu premium maupun solar yang diterima sebelum dimasukan ke dalam tangki masing-masing. Pengelola SPBU diminta tidak asal terima premium, tapi harus melakukan uji dengan alat yang ada. Sebab, di masing-masing SPBU memiliki alat untuk mengukur kualitas BBM. Jika mencurigakan, maka SPBU dapat menolak dan mengembalikan BBM tersebut ke pertamina.(*)


