Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Thursday, 21 June 2007 • AGAMA

MATARAM - Majelis Ulama Indonesia Nusa Tenggara Barat (MUI NTB) mengingatkan masyarakat di Mataram dan sekitarnya untuk memperhatikan setiap makanan yang dibelinya. Sebab, tidak semua diproduksi oleh sesama muslim yang dijamin kehalalannya. Banyak toko yang menjual makanan dimiliki oleh pengusaha bukan muslim yang juga menjual buatan dari orang lain.

”Label halal itu penting. Di sini kan juga banyak warga bukan muslim yang menjual makanan,” kata Ketua MUI NTB Syaiful Muslim kepada LombokNews, Kamis (21/6). Menurutnya, selama ini MUI NTB tidak memiliki kewenangan untuk mengharuskan produk makanan di Mataram dan sekitarnya memasang label halal. Masyarakat juga disebutkan tidak jeli terhadap produksi makanan yang halal.

Selama ini, 90 persen warga muslim kota Mataram dan sekitarnya dinilai kurang teliti terhadap produk makanan yang berasal dari daerah sendiri. Diantara kondisi yang minta diwaspadai adalah sesuai dengan lingkungan pengusaha non muslim, banyak anjing yang bekeliaran di rumahnya tempat membuat makanan. ”Siapa tahu hewan-hewan itu juga menjilatinya,” ujar Syaiful Muslim. Kemudian ia menyebut produk roti atau makanan ringan lainnya yang dijual dititipkan melalui toko-toko sebagai pengumpul di pertokoan Cakranegara dan sekitarnya. Diantaranya roti berisi daging, kue dan makanan basah termasuk dodol nangka dan lain sebagainya.

Rencananya, MUI NTB bekerja sama dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan memayarakatkan pentingnya label halal. Ini dianggapnya penting sebab ingin melindungi warga muslim dari produksi industri makanan oleh pengusaha yang non muslim. Dikatakannya bahwa halal bukan hanya berarti bersih tetapi yang tidak mengandung bahan yang diharamkan oleh masyarakat muslim. Daging dari Lombok saja yang dikirim ke Surabaya diminta sertifikat halalnya walaupun yang mengirimkannya juga muslim. ”Di Surabaya tidak diterima kalau tidak ada label halalnya,” ucapnya.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» DHC MULAI BUKA POSKO RELAWAN PALESTINA
01/08/2009 04:18 am | 1 Comment
» PEMPROP NTB BANTU DANA SKRIPSI 3.000 MAHASISWA
01/07/2009 04:20 pm | 3 Comments
» PERTUMBUHAN PENDERITA HIV/AIDS NTB 5 BESAR NASIONAL
01/06/2009 04:33 pm | 1 Comment
» ENAM TAHUN ANTRIAN CALON JEMAAH HAJI NTB
01/05/2009 02:27 pm | 1 Comment
» GUBERNUR NTB PIMPIN AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
01/05/2009 01:08 pm | 2 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge