MATARAM - Setelah setahun dioperasionalkan, Sistem Informasi Geografis Dinas Pertambangan dan Energi Nusa Tenggara Barat (SIG Distamben NTB) memperoleh penilaian pengelolaan terbaik dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Penilaiannya dibandingkan 18 SIG dari daerah lain se Indonesia. SIG Distamben NTB terbaik pemanfaatannya khusus untuk pencadangan wilayah pertambangan. Karenanya dijadikan model pengelolaan SIG di Indonesia.
SIG Distamben NTB yang menggunakan peralatan komputerisasi dilengkapi 20 peralatan diantaranya server dan Global Positioning System Receiver. Oleh Wakil Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB Heryadi Rahmat disebutkan bahwa SIG yang dikelolanya, memiliki kemampuan untuk menyimpan dan menggunakan data yang menggambarkan keadaan di muka bumi. ” Jadi kalau misalnya ada yang mengajukan izin usaha tambang bisa segera diketahui detil lokasinya,” ujarnya, sewaktu ditemui LombokNews di kantornya, Senin (18/6).
Keberadaan SIG ini yang berisi tata ruang pertambangan dan potensi bahan galian, diperlukan mengingat NTB memiliki potensi sumber daya alam dan energi. Yaitu adanya kandungan galian C, batu apung, marmer, mangan. Juga adanya kandungan tembaga dan emas selain Proyek Batu Hijau yang sudah dieksploitasi oleh PT Newmont Nusa Tenggara di Kabupaten Sumbawa Barat. Bahkan memiliki gunung api berbahaya tetapi bermanfaat energi, selain air terjun dan aliran sungai. ”Menggunakan akses SIG bisa cepat diketahui debit air di satu lokasi,” katanya.
Selain itu NTB sebagai wilayah yang berada di lempengan Eurasia-Australia, juga menjadi langganan terjadinya gempa bumi dan berpeluang menimbulkan tsunami. Karenanya, SIG Distamben NTB sampai saat ini, juga digunakan untuk pemanfaatan penanganan terjadinya bencana alam dan juga geowisata.
Kendalanya, menurut Heryadi Rahmat, meskipun banyak daerah yang menerima SIG dari Departemen ESDM, namun banyak yang memiliki kendala tenaga pengelolanya. Karena itu, sebagai penghargaan, Jum’at (22/6) lusa pertemuan nasional pengelolaan SIG akan dilakukan di Senggigi Lombok oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.(supriyantho khafid)


