MATARAM - Selama dua hari, Kamis-Jum’at (14-15/6), delegasi Rusia-Indonesia bertemu dalam Joint Commision IV di Hotel Jayakarta. Mereka menyiapkan materi kerja sama kedua negara yang akan ditanda tangani pada waktu kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Indonesia, September 2007 mendatang.
Di sela persidangannya, Jum’at (15/6) pagi, delegasi Rusia yang dipimpin oleh Deputi Menteri Bidang Pariwisata Vladimir Stkzhalkovsky didampingi oleh Duta Besar Rusia di Indonesia Alexander Ivanov bertemu Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Serinata di ruang rapat utama. ”Kami pilih di sini agar negara sahabat juga tahu bagian lain dari Indonesia. Tidak hanya mengenal Jakarta dan Bali,” ujar Direktur Jenderal Amerika-Eropah Departemen Luar Negeri Eddi Hariyadhi menyampaikan kata pengantarnya.
Gubernur NTB Lalu Serinata memaparkan potensi pertanian, kepariwisataan dan kelautan. Adanya pembangunan bandara internasional Lombok di Desa Ketare Lombok Tengah disebutkannya akan membuka akses langsung dari luar negeri. Ini tentu akan menjadi peluang pariwisata NTB maju pesat. Apalagi jaraknya yang tidak jauh dari Bali dan posisinya memang diantara segi tiga emas, di timur ada pulau Komodo yang merupakan satu-satunya di dunia dan Tana Toraja. ”Komitmen kami membuka akses seluas-luasnya,” katanya.
Deputi Menteri Bidang Pariwisata Vladimir Stkzhalkovsky juga memaparkan potensi negaranya yang memiliki potensi energi nuklir, antariksa, peluncuran satelit dan petambangan selain industri diantaranya mesin pertanian. Kalau sudah ada bandara yang bisa diterbangi langsung akan bisa digabung paket wisatanya selain ke Bali. ”Tentu wisatawan kami akan meningkat,” ucapnya. Sekarang ini tercatat 500.000an orang Rusia yang berwisata ke Asia Tenggara.(supriyantho khafid)


