MATARAM - Minat siswa lulusan SMP ke Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) di Mataram meningkat. Ini gara-garanya pemerintah membuka peluang rekrut petugas penyuluh pertanian. Kalau dulu, bisa tanpa seleksi. Maka untuk penerimaan siswa baru 2007/2008, karena banyaknya calon siswa, harus menjalani seleksi terlebih dahulu.
Menurut Kepala SPP Mataram Husni Fahri kepada LombokNews, setelah pemerintah berencana untuk menghidupkan kembali penyuluhan pertanian, ada peluang rekrutmen 40.000 orang tenaga bantuan di Indonesia. ”Ini yang menjadikan mereka banyak memilih kembali masuk SPP,” ucapnya, Rabu (13/6). Bahkan siswanya yang kini jumlahnya 300an orang dan setiap tahunnya menerima lebih 100 orang siswa baru juga berasal dari Bali selain dari dalam pulau Lombok dan Sumbawa.
Biaya pendidikannya pun tergolong rendah karena Departemen Pertanian masih banyak membiayainya untuk subsidi menu asrama siswa. Kalau uang sekolahnya sebulan Rp50 ribu, siswa baru hanya dikenai sumbangan penyelenggaraan pendidikannya yang ditetapkan Komite Sekolah sebesar Rp300 ribu dan uang pakaian Rp395 ribu. ”Kami ingin tampilkan citra sekolah berkualitas tapi murah,” katanya.
Untuk memajukan kwalitas pendidikannya, SPP Mataram pun yang jumlah siswanya 300an sudah melakukan perubahan kegiatan siswa agar dapat bekerja setelah tamat. ”Istilahnya mengutamakan kesegaran ilmunya,” katanya. Antara lain dalam pembelajaran tuntas, tidak hanya membekali ketrampilan menanam namun juga menjual. Karenanya, di kompleks SPP Mataram dibuka unit pengembangan agribisnis melalui outlet penjualan siswa. Itu sebabnya, di sana terdapat petak-petak kegiatan praktek kerja usaha.
Di sana, mereka diberikan pembelajaran menggunakan teknologi. Misalnya kalau dulunya menanam buah-buahan dengan melakukan cangkok maka sekarang diperkenalkan kultur jaringan atau penanaman anggrek botolan.
SPP Mataram pun membuka Sekolah Alam di Sigerongan Lombok Barat yang memberikan pengalaman agribisnis juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa SPP tidak kalah dari sekolah menengah lainnya.(supriyantho khafid)


