MATARAM - Para petani anggrek di Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki potensi mengembangkan pasar penjualan produk tanamannya ke Bali. Sebab, saat ini pasar Bali masih kekurangan 40 persen. Karena itu, tiga kelompok petani anggrek di Mataram dibina dan memperoleh dana PMUK (pemberian modal usaha kelompok) sebesar Rp750 juta dari Departemen Pertanian.
Selasa (12/6) siang, Kepala Dinas Pertanian NTB Masyhur bersama Kepala Sub Dinas Produksi Pangan Hortikultura Abdul Maat didampingi Kepala Bagian Humas Pemerintah Propinsi NTB Manggaukang Rabah menjelaskan adanya pembinaan petani anggrek tersebut, sewaktu mengemukakan ditunjuknya Mataram sebagai penyelenggara Pekan Florikultura atau Pekan Anggrek Naisonal, 27-31 Agustus mendatang. ”Untuk pengembangan kultur jaringan dalam bentuk botolan, bisa bekerja sama dengan pondok pesantren untuk melaksanakannya,” ucapnya.
Tiga kelompok petani anggrek di Mataram memiliki 15-20 orang anggota. Setiap kelompoknya telah menanam hingga 5.000 pot. Saat ini, sudah ada pusat pengembangan kultur jaringan di Sedau Lombok Barat. Setiap botolnya memerlukan waktu pemeliharaan selama tiga bulan.(supriyantho khafid)


