MATARAM - Kangkung Lombok sudah dikenal memiliki rasa beda dengan kangkung daerah lain di Jawa. Dari kota Mataram dan sekitarnya, rata-rata sebulan menghasilkan 1000 ton atau setahunnya mencapai 10.370,600 ton hanya dari lahan seluas 201 hektar. Sebagian dikirim ke luar daerah. Untuk mengatasi mahalnya harga jual ke supermarket dan restoran di Surabaya dan Jakarta, bila dikirim melalui pesawat udara, Dinas Pertanian Nusa Tenggara Barat (NTB) menyediakan dua unit mobil pendingin (cold storage) untuk transportasinya.
Kepala Dinas Petanian NTB Masyhur didampingi oleh Kepala Bagian Humas Pemerintah Propinsi NTB Manggaukang Rabah mengemukakan bahwa selama ini kangkung Lombok hanya bisa dikirim menggunakan angkutan pesawat udara. Karena tingginya ongkos maka harga jualnya menjadi mahal. ”Nantinya mobil pendingin itu yang digunakan mengangkut kangkung ke Surabaya,” ujarnya, kepada wartawan, Selasa (12/6) siang.
Selama ini kangkung Lombok yang terdiri dari varietas Gomong dan Aini, disukai karena lemoh (bahasa Sasak-lemes atau empuk). Hampir setiap hari sebagian dikirim untuk kebutuhan swalayan dan rumah makan baik di Jakarta dan Surabaya melalui bandara Selaparang di Mataram. Transportasi udara digunakan agar tidak layu.
Di Mataram Lombok, kangkung digemari dalam bentuk menu pelecing kangkung yang dilengkapi sambal, kecamah dan kacang goreng. Umumnya, wisatawan mendapatkannya melalui rumah makan Ayam Taliwang yang tersebar di kota Mataram.(supriyantho khafid)

