MATARAM - Diduga ada permainan antar calo dan perusahaan jasa TKI yang memberangkatkannya di Mataram. Sekitar 297 orang TKI bermasalah diketahui keberangkatannya tanpa melalui prosedur pembekalan akhir pemberangkatan (PAP). Akibatnya, pemberangkatannya tanpa didahului pemeriksaan kesehatan, pembekalan dan keterangan bebas fiskal resmi juga tanpa ada jaminan asuransi. Untuk keberangkatan mereka, perusahaan jasa TKI (PJTKI) hanya membayar Rp5 ribu per orang kepada calo di bandara keberangkatan.
Kordinator Divisi Advokasi Buruh Migran Koslata Muhammad Saleh menengarai adanya permainan calo pemberangkatan TKI asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut. Ini, setidak-tidaknya merugikan TKInya sebesar Rp900 ribu per orang untuk pembiayaan kegiatan yang tidak dijalaninya. Biaya keseluruhan yang dibayarkan oleh para calon TKI sebesar Rp3 juta. Katanya, mereka tidak menjalani prosedur pemberangkatan tapi bisa dapat bebas fiskal. ”Ini akal-akalan PJTKI yang merugikan TKInya. Siapa calo-calonya masih ditelusuri,” ujarnya kepada LombokNews, Senin (11/6) malam.
Sejumlah 297 orang TKI yang disebut bermasalah yang juga dipalsukan identitasnya tersebut terdiri dari empat kasus yang ditangani oleh Koslata saja. Yaitu kelompok pertama 64 orang, kedua 29 orang, ketiga 79 orang dan keempat 125 orang. Saleh menduga, keberangkatan mereka dilakukan oleh mafia TKI yang beroperasi di NTB. ”Sedangkan Balai Pelayanan dan Penempatan TKI tidak merasa mengeluarkan surat-suratnya,” katanya.
Sebelumnya, Koslata melakukan pendampingan terhadap 79 orang TKI yang dipulangkan setelah ditolak menuntut haknya di Malaysia. Mereka ini terbagi enam kali pemberangkatan. Bahkan juga ada 426 orang TKI yang berangkat tanpa menanda tangani kontrak kerja terlebih dahulu. Diantaranya sebanyak 381 orang tanpa PAP.(supriyantho khafid)

