MATARAM - Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprop NTB) mendirikan perusahaan daerah (Perusda) PT Gerbang NTB Emas. Modalnya Rp20 miliar, 51 persen atau Rp10,2 miliar dikuasai sahamnya oleh Pemprop NTB. Selebihnya 49 persen atau Rp9,8 miliar diberikan kesempatan sembilan Pemerintah Kabupaten-Kota dan swasta ikut memilikinya. Sabtu (9/6) siang, Gubernur NTB Lalu Serinata meresmikannya di kompleks ex Perusahaan Daerah (PD) Wisaya Yasa.
Perusda ini melibatkan dua orang pengusaha swasta di Mataram M Anwar (PT Muara Ema) sebagai komisaris utama dan Abadarab Saleh (PT Arif Bijaksana) sebagai komisaris dan pegiat koperasi Lalu Mudjitahid, 69 tahun, sebagai direktur utama. Bidang usahanya adalah aneka industri : alat pertanian, konstruksi, perbengkelan, jasa dan pendidikan calon tenaga kerja standar internasional. ”Usaha ini sudah jalan. Sebelumya, mampu membayar hutang PD Wisaya Yasa,” ujar Direktur Utama PT Gerbang NTB Emas Lalu Mudjitahid, seusai peresmian.
Didirikannya PT Gerbang NTB Emas setelah PD Wisaya Yasa dibekukan operasinya. Asetnya berupa mesin dan bangunan diatas lahan seluas 1,4 hektar yang ditinggalkannya nilainya Rp3,37 miliar. Karenanya, manajemen PT Gerbang NTBEmas bertekad untuk menghapus predikat perusda yang selalu merugi bahkan menjadi beban pemerintah.
Menurut Mudjitahid, ia sudah memiliki target untuk menggarap peluang pasar berupa produksi jagung petani yang ditargetkan oleh Pemprop NTB mencapai satu juta hektar. Dia sendiri telah merintis mengelola lebih 700 hektar di Sumbawa dan 700 hektar di Bima. Lainnya, adalah menggandeng usaha ritel bekerja sama dengan PT Penanaman Modal Nasional membuka Madani Mart sebagai grosir untuk melayani usaha pertokoan koperasi.
Selain itu, PT Gerbang NTB Emas juga digandeng oleh Dewan Koperasi Induk Wilayah NTB - Indonesia Human Resources System menangani TKI yang terdidik memiliki sertifikat internasional ahli las dari Training Weld Internasional yang berkedudukan di London. Juga pendidikan komputer bersertifikat COMTIA dan pariwisata dari Stanford University Amerika Serikat. Karenanya, siswa yang selama ini melakukan praktek kerja industri di luar negeri tidak lagi harus magang. ”Kami juga akan menyalurkan bekerja di luar negeri,” kata Mudjitahid yang sudah bertemua Asosiasi Industri Malaysia yang memiliki 4.000 anggota.(supriyantho khafid)


