MATARAM - Separo dari panjang jalan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam keadaan rusak. Jalan nasional yang panjangnya 1.844,28 kilometer yang rata-rata hanya memakai perkerasan, karena belum memenuhi standar sehingga mudah mengalami kerusakan. Yang rusak berat sepanjang 697,8 kilometer. Sedangkan jalan tanah 169,36 kilometer dan yang belum tembus sepanjang 157,36 kilometer.
Jalan propinsi yang panjangnya 1.200an kilometer, yang rusak hingga 800 kilometer dan kurang dari separonya atau 400 kilometer yang baik. Kondisi yang sama juga dialami oleh jalan kabupaten-kota yang panjangnya 4.759 kilometer namun kemantapannya hanya 59,13 persen. 819 buah jembatan pun yang panjangnya 6.361 meter kurang dari separo atau 48,43 persen yang mantap.
Gubernur NTB Lalu Serinata mengemukakannya sewaktu berbicara pada pertemuan pertama penyampaian informasi pembangunan daerah kepada wartawan di ruang rapat utama kantor Gubernur NB, Rabu (6/6) siang. Ia mengemukakannya sewaktu menjelaskan kurangnya investasi akibat dipengaruhi keterbatasan prasarana transportasi ini. ”Untuk membuka isolasi daerah, memang harus segera dibangun sejumlah jalan baru,” ujarnya didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB Lalu Fathurahman, Asisten II Sekretaris Daerah Abdul Malik dan Kepala Bagian Humas Pemerintah Propinsi NTB Manggaukang Rabah.
Kepala Bappeda NTB Lalu Fathurahman pun menyebutkan bahwa kemampuan daerah terbatas. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2007 sebesar 886 miliar digunakan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp399 miliar dan pembangunan secara umum Rp487 miliar.
Dari sejumlah dana APBD tersebut, hanya mampu memberikan dana kepada Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimprawil) NTB sebesar Rp140 miliar dan digunakan untuk jalan hanya Rp25 miliar. Itu sebabnya agak berat memenuhi kebutuhan perbaikan jalan. ”Banyak sekali protes-protes. Sedihnya kita belum punya uang,” ucapnya.
Pemerintah Propinsi NTB akan meningkatkan 32 ruas jalan sepanjang 1.036 kilometer dan pembangunan tujuh ruas jalan sepanjang 157,36 kilometer. Kepala Dinas Kimpraswil NTB Lalu Dharmawan menyebutkan bahwa untuk membuka isolasi daerah tersebut, diusulkan jalan strategis nasional menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp300 miliar.
Rencananya, Selasa (26/6) mendatang, akan dimulainya pembangunan jembatan yang menggunakan dana bantuan JICA (Japan International Cooperation Agency) di Kabupaten Sumbawa Barat. Sebanyak delapan buah jembatan dibangun dari Teta Lunyuk di selatan Sumbawa menggunakan dana sebesar Rp56 miliar.(supriyantho khafid)


