Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Tuesday, 5 June 2007 • EKONOMI

MATARAM - Turunnya harga cabe besar dan kecil di Lombok yang semula sekilo mencapai hingga Rp24 ribu menjadi Rp5 ribu menyebabkan deflasi 0,24 persen. Padahal sebelumnya, Januari 2007 menyebabkan inflasi hingga 2,38 persen. Di Mataram, laju inflasi selama lima bulan terakhir Januari-Mei 2007 sebesar 4,49 persen. Semula, bulan April lalu, inflasi yang terjadi di Mataram adalah di urutan pertama dari 45 kota di Indonesia.

Kepala Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat Marthanius Moechtar kelompok makanan memberikan sumbangan deflasi terbesar hingga -0,42 persen. ”Yang paling dominan adalah cabe rawit sebesar -63 persen,” katanya. Karena tidak terjadi inflasi yang tinggi, disebutkannya masyarakat masih mampu membelanjakan uangnya.

Deflasi bulan Mei terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks dua kelompok barang dan jasa yaitu bahan makanan sebesar 1,36 persen dan sandang sebesar 0,02 persen. Empat kelompok barang dan jasa yang mengalami kenaikan yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,61 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,14 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,17 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan.

Semula tingginya inflasi di kota Mataram tersebut selain mahalnya cabe juga dipicu kenaikan tarif air bersih PDAM, mahalnya harga pisang di pasaran Lombok disebabkan ramainya peringatan Maulid Nabi di kampung-kampung di Lombok. Dan berkurangnya produksi cabe rawit karena kembangnya rontok akibat musim hujan sehingga tidak berbuah. Buah salak pun menjadi penentu inflasi di kota Mataram.

Dari 45 kota yang menghitung IHK (indeks harga konsumen), tercatat 23 kota mengalami inflasi. Sedangkan 22 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Ambon sebesar 2,00 persen. Sedangkan yang terendah terjadi di Palangkaraya sebesar 0,01 persen. Deflasi terbesar terjadi di Banda Aceh sebesar 2,07 persen dan yang terkecil di Jambi sebesar 0,01 persen.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» LALU SERINATA MENOLAK DIBAWA KE KEJARI MATARAM
11/20/2008 06:08 am | 5 Comments
» 3 KELOMPOK PETANI ANGGREK DIBANTU RP750 JUTA
11/20/2008 12:49 am | 1 Comment
» PEMPROV NTB SIAPKAN LAYANAN KESEHATAN
11/19/2008 10:53 pm | 1 Comment
» ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN 4-9 PERSEN
11/19/2008 09:09 pm | 1 Comment
» NTB TERIMA RIBUAN GURU BARU
11/19/2008 02:31 pm | 6 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge