MATARAM - Ketua Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur mengatakan pengajuan ”Oneng” Rieke Dyah Pita Loka sebagai calon pendamping Sarwono Kusuma Atmadja dalam pencalonan gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta, bukan kemauan dirinya. Tetapi hasil keputusan rapat DPP Partai Kebangkitan Bangsa. Terserah kepada Sarwono kalau tidak menghendaki Oneng sebagai calon pendampingnya.
”Yang terpenting, Oneng itu bukan kemauan saya seperti kata Sarwono. Itu gombal itu,” ujarnya sewaktu ditemui wartawan, di ruang VIP bandara Selaparang Mataram, Ahad (3/6) petang. Sebetulnya Oneng adalah memenuhi hasil rapat DPP PKB. Sedangkan pilihan PKB kepada Sarwono Kusuma Atmadja mengingat bisa diterima dunia internasional sama dengan Nursyahbani Katja Sungkana.
Karena itu, ia mengemukakan apabila Sarwono Kusuma Atmadja ngotot ingin berpasangan dengan calon wakil gubernur Jefrie Geovanie dari Partai Amanat Nasional. ”Konsekwensinya dia harus out dari pencalonan PKB,” katanya Adapun nasib Sarwono Kusuma Atmadja akan diputuskan dalam rapat PKB yang berlangsung Kamis atau Jum’at mendatang.
PKB sendiri tidak menyalonkan Rano Karno, disebabkan alasan tidak lagi menyalonkan diri sebagai gubernur karena sudah ada kesepakatan dengan Fauzie Bowo. ”Setelah tahu begitu masak kita bertahan,” ucapnya.
Gus Dur berada di Mataram dalam rangka berbicara di depan peserta Majelis Silaturahmi Ulama Rakyat yang berlangsung di Pondok Pesantren Qomarul Huda, Bagu Kabupaten Lombok Tengah.(supriyantho khafid)


