Lombok Sumbawa Online
Google
 
Wednesday, 30 May 2007 • EKONOMI

MATARAM - Investor kakap asal Dubai, Emaar Properties telah sepakat mengucurkan dana pengembangan kawasan wisata Mandalika di Lombok sebesar US $ 600 juta atau setara Rp5,58 triliun. Luas kawasannya 1.250 hektar yang dirancang dibangun belasan hotel berbintang. PT Angkasa Pura I mendukung ketersediaan bandara internasional Lombok yang dapat didarati pesawat berbadan lebar dengan biaya Rp515 milyar.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Serinata mengemukakannya sewaktu berbicara di depan anggota Komisi III DPRD Gorontalo yang dipimpinan ketua DPRDnya Amir Piola Isa, Rabu (30/5). ”Sudah dilakukan penanda tangan nota kesepahaman,” ucapnya.

Serinata mengemukakan masalah investasi tersebut, berkaitan dengan kepariwisataan sebagai alternatif karena pertanian tidak diyakini bisa menyejahterakan masyarakat NTB.

Adapun kepariwisataan NTB telah memiliki 15 kawasan yang terinci sembilan di pulau Lombok dan enam di pulau Sumbawa. Yang menonjol adalah rencana mengembangkan kawasan Mandalika seluas 1.250 hektar milik Lombok Tourism Develompment Corporation (LTDC) atau PT Pengembangan Pariwisata Lombok yang akan digarap oleh Emaar Properties asal Dubai yang mengucurkan US $ 600 juta atau Rp5,58 triliun.

Untuk mendukung kepariwisataan tersebut, mengingat keterbatasan bandara Selaparang di Mataram, segera dibangun bandara internasional Lombok di atas lahan seluas 558 hektar di Ketara Lombok Tengah (Loteng) yang biayanya sebesar Rp665 miliar. Sumber dananya berasal dari PT Angkasa Pura (AP) I Rp515 miliar diantaranya obligasi Rp400 miliar, Pemerintah Propinsi NTB Rp110 miliar dan Pemerintah Kabupaten Loteng Rp40 miliar. Dijadwalkan selesai tahun 2009.

Sebelumnya, Lalu Serinata mengemukakan bahwa NTB diandalkan menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Tetapi pertanian tidak dapat menyejahterakan petaninya. Ini karena kepemilikan sawah petaninya sempit sekali. Rata-rata satu hektar sawah dimiliki oleh tiga kepala keluarga atau menghidupi 15 jiwa. Karenanya, harus dikembangkannya industri pariwisata.

Lalu Serinata mengemukakan bahwa tidak hanya sektor pertanian saja yang diandalkan. ”Agak mustahil pertanian bisa menyejahterakan masyarakat,” ujarnya. Selama ini, setahun terakhir 2006, produksi padi NTB mencapai 1,5 juta ton gabah kering giling (GKG). Tahun 2007 ini, untuk mengatasi kekurangan beras nasional agar tidak melakukan impor, NTB ditarget sebagai penyumbang beras nasional menghasilkan tambahan 40.000 ton beras atau atau setara 70.000 ton GKG. Sehingga hasilnya meningkat menjadi 1,025 juta ton beras atau setara 1.6 juta ton GKG.

Lainnya, disamping sebagai gudang peternakan utamanya sapi jenis Bali yang dikirim untuk memenuhi kebutuhan bibit dan pedaging, yang diharapkan bisa memberikan dampak pendapatan masyarakat adalah mutiara yang dihasilkan oleh 30 pengusaha budi daya mutiara air laut yang setiap tahunnya bisa menghasilkan 1,8 ton. Ini untuk keperluan ekspor ke Jepang dan sebagian kecil memenuhi kebutuhan dalam negeri.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» PELANTIKAN GUBERNUR NTB DITUNDA
08/28/2008 06:16 pm | 2 Comments
» MENDAKI RINJANI YANG CANTIK
08/28/2008 10:45 am | 1 Comment
» INDUSTRI AGRO DI PULAU SUMBAWA
08/28/2008 10:42 am | 3 Comments
» ABDUL MALIK JADI SEKDA NTB
08/27/2008 10:32 am | 4 Comments
» KPUD NTB KAWATIR JADWAL PELANTIKAN GUBERNUR NTB TERPILIH TERGANGGU
08/27/2008 04:29 am | 3 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge