MATARAM - Lebih separo pelajar semua tingkatan di Indonesia kurang bugar. Ini karena gaya hidup mereka kurang gerak disebabkan oleh kebiasaan lama menontont televisi, lama di depan komputer, main game, berkurangnya kebiasaan berjalan kaki dan naik sepeda atau lebih memilih naik elevator dibandingkan memakai tangga.
Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengemukakan mereka yang tergolong kurang baik kebugarannya mencapai 45,7 persen, kurang sekali 10,75 persen. Sedangkan mereka yang tergolong cukup bugar hanya 37,4 persen dan yang baik hanya 5,93 persen. ”Keadaan ini karena gaya hidup kurang baik akibat kemajuan teknologi menyebabkan kurang gerak,” ujarnya.
Ia mengemukakannya sewaktu bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi melakukan pencanangan Gerakan Hidup Aktif Nasional, Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan, Gerakan Mencuci Tangan Dengan Sabun Sebelum Makan, di lapangan umum Mataram, Ahad (27/5) sore.
Katanya, pencanangan tersebut untuk mendorong peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan untuk aktif melalui berbagai kegiatan dalam rangka meningkatkan kebugaran jasmani. Ini demi menghasilkan insan Indonesia yang sehat, bugar dan cerdas.
Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi mengemukakan penduduk Indonesia masih rendah memakan ikan. Hanya 26 kilogram per kapita setahun. Kalah dibanding negara tetangga yang sudah maju diantaranya Thailand dan Jepang yang mencapai lebih kilogram per kapita setahun. ”Kita di sini masih rendah,” ucapnya.
Sebelumnya, Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Serinata menyebutkan konsumsi ikan penduduknya masih rendah, yaitu 21,2 kilogram per kapita setahun. Lebih rendah dibanding rata-rata nasional 25,02 kilogram. ”Padahal di NTB ini memiliki potensi kelautan,” katanya. Di NTB terdapat 332 pulau yang luas areal penangkapan 31.143 kilometer persegi, memiliki potensi produksinya 102.804ton dan potensi lestari 98.450 ton serta produksi pemanfaaran mencapai 81.610 ton atau 82,9 persen.(supriyantho khafid)


