MATARAM - Ternyata 98 kabupaten-kota hasil pemekaran di Indonesia masih memerlukan bantuan infrastruktur. Tahun 2007 ini, baru 35 daerah yang bisa memperoleh alokasi bantuan sejumlah seluruhnya Rp96 miliar. Ini adalah kelanjutan dari tahun sebelumnya, 2006, untuk 46 daerah yang mendapatkan pembiayaan sebesar Rp208 miliar. Sedangkan alokasi tahun depan 2008 kemungkinan baru diberikan kepada hanya delapan daerah senilai Rp13 miliar.
Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Departemen Dalam Negeri (Dirjen Bangda Depdagri) Syamsul Arief Rivai mengemukakannya sewaktu berada di Taliwang Sumbawa Barat, Jum’at (25/5) siang. ”Di sini bagus. Tekad pemekaran sudah terpenuhi,” ujarnya memuji Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sewaktu meresmikan pembangunan tiga dari enam kantor camat di Sumbawa Barat yang menggunakan dana bantuan Dirjen Bangda senilai Rp4,2 miliar.
Selama tiga tahun terakhir, 2005-2007, dana yang diberikan Dirjen Bangda Syamsul Arief Rivai melalui Tugas Pembantuan untuk Pembangunan Sarana dan Prasarana Pemerintahan Kecamatan di Daerah Kabupaten Pemekaran sebesar Rp303 miliar termasuk KSB. Daerah pemekaran lain yang dipuji cukup berhasil meningkatkan pembangunan di daerahnya adalah Kabupaten Serdang Bedagai di Sumatera Utara, dan Propinsi Gorontalo sehingga berhasil meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan pembangunan.
Penegasan tersebut disampaikan mengingat bahwa tidak semua daerah kabupaten dan kota hasil pemekaran wilayah di Indonesia mengalami perkembangan kemajuan. Ada yang masih tetap seperti semula diresmikan karena salah pilih pejabat kepala daerahnya, atau bupati dan ketua DPRDnya tidak pernah berhenti gontok-gontokan, tetapi ada pula yang hanya setengah jalan karena banyak penyebabnya.
Setelah empat tahun sejak 2003 lepas dari Kabupaten Sumbawa sebagai induk, KSB memang telah mampu menyediakan tunjangan kesehatan dan bebas biaya pendidikan kepada siswanya dan mulai tahun 2007 ini membayar sepenuhnya biaya SPP seluruh mahasiswa asal KSB. Selain itu, termasuk dukungan program Community Development PT Newmont Nusa Tenggara rata-rata Rp22 miliar setahun, juga telah banyak membangun infrastruktur diantaranya perkantoran di kawasan Kemuter Telu Center (KTC) di atas lahan seluas 40 hektar. KSB telah dua kali mendapatkan dana Tugas Pembantuan dari Depdagri pada tahun 2005 sebesar Rp2 miliar untuk kantor Bupati dan tahun 2006 sebesar Rp4,2 miliar untuk pembangunan prasarana dan sarana pemerintahan.
Menyusul, Bupati KSB Zulkifli Muhadli melakukan penanda tanganan kesepakatan bersama dengan tiga pengusaha untuk kepentingan warganya, mulai Jum’at (25/5) kemarin. Bekerja sama dengan PT Ampuh Sejahtera mulai membangun Wisma KSB - hotel berbintang 2-3 di atas lahan seluas 2,2 hektar - senilai Rp25 miliar yang memiliki 50 kamar berlantai tiga ada ruang pertemuan yang mampu menampung 500 orang. Semuanya menggunakan dana PT Ampuh Sejahtera terlebih untuk pengelolaan selama 30 tahun. Setelah itu menjadi hak milik KSB atau lebih awal apabila KSB berniat mengambil alihnya.
”Kami siap diajak menanamkan investasi di sini sesuai keinginan pemerintah daerah,” kata Direktur Utama PT Ampuh Sejahtera Ajiyono. Sedangkan Kepala Divisi Pemasaran PT Ampuh Sejahtera Ki Agus Zaelani Yusuf mengatakan bahwa keikut sertaannya membangun Wisma KSB karena memang memiliki potensi pasar. Dikatakannya bahwa di daerah KSB terdapat usaha tambang PT Newmont Nusa Tenggara yang didukung oleh 75 perusahaan sub kontraktornya. ”Kalau setiap perusahaan minimal ada seorang karyawan yang harus menginap, kan penuh wisma tersebut,” ujar Zaelani.
Selain itu juga KSB menghendaki membangun rumah sakit umum yang nilainya hingga lebih Rp100 miliar, terminal dan pasar. Sebelumnya, PT Ampuh Sejahtera sudah pernah bekerja sama dengan 10 pemerintah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur membangun RSU senilai Rp110 miliar di Bojonegoro, RSU Kudus senilai Rp66 miliar.
KSB bekerja sama dengan PT Citra Gading Asritama membangun tower KTC dan fasilitas olahraga, bandar udara, dermaga pelabuhan laut Labuan Lalar. Dengan PT Sadar Gemilangh menyediakan pembangkit listrik tenaga mini hidro.(supriyantho khafid)


