MATARAM - Setahun ini, 2007, Kementerian Negara Perumahan Rakyat memberikan program stimulan ke 44 kabupaten-kota di 13 propinsi se Indonesia. Dananya mencapai Rp21 miliar. Ini adalah kelanjutan dari program yang sama tahun 2006 sebelumnya yang diberikan ke 23 kabupaten-kota di enam propinsi yang dibiayai Rp18 miliar.
Menteri Negara Perumahan Rakyat Muhammad Yusuf Asy’ari mengemukakannya di Lombok, Rabu (23/5) malam. Kehadirannya dalam rangka penanda tanganan kerja sama pengembangan perumahan dan pemukiman bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Walikota Mataram, Bupati Lombok Barat, Bupati Dompu dan Bupati Bima. ”Sebenarnya, idealnya dibutuhkan biaya lebih setengah miliar rupiah,” ujarnya. Tetapi karena lembaga yang dipimpinnya bukan departemen, APBN yang diperolehnya tidak bisa lebih dari Rp1 miliar.
Menurutnya, dari 44 kabupaten-kota di 13 propinsi se Indonesia tersebut, idealnya bisa dilakukan perbaikan pemukiman masing-masing 1.000 unit yang per kabupaten-kota memerlukan pembiayaan Rp100 miliar. Karenanya, pemerintah daerah diminta untuk mengajukan usulan Dana Alokasi Khusus untuk lebih memudahkan memperoleh pembiayaan dari pemerintah pusat.
Tahun ini di kota Bima dilaksanakan program Kasiba yang memperoleh bantuan sebesar Rp1,5 miliar. Di Kabupaten Lombok Timur, untuk melaksanakan program peningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun desa diberikan stimulan untuk 1.024 unit rumah penduduk miskin di 20 kecamatan. Dananya sebesar Rp4,608 miliar yang setiap rumah memperoleh biaya Rp4,5 juta.
Di NTB, seperti dikemukakan oleh Gubernur NTB Lalu Serinata, dari sejumlah 4,1 juta jiwa penduduknya hanya sekitar 957.000 jiwa saja yang memiliki rumah sendiri. Diantaranya hanya 674.000 unit rumah yang tergolong layak huni. Sisanya 282.000 unit merupakan rumah yang masih tergolong kurang layak huni. Berdasar identifikasi yang telah dilakukan, masih terdapat sekitar 166 kawasan kumuh yang dihuni sekitar 1,1 juta jiwa atau 26 persen dari jumlah penduduk NTB.(supriyantho khafid)


