MATARAM - Berlangsung selama 30an detik, gempa bumi dengan kekuatan 6,5 Skala Richter, Kamis (24/5) pagi pada pukul 09:06:27 Wita mengguncang Raba Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan wilayah sekitarnya. Pusat gempa bumi tersebut berada di laut 161 kilometer di tenggara Raba, pada kordinat 9.92 derajat Lintang Selatan, 118,77 drajat Bujur Timur pada kedalaman 19 Km bawah laut.
Berdasarkan laporan awal yang diterima Stasiun Meteorologi dan Geofisika Selaparang Mataram NTB dari Pusat Gempa Nasional (PGN) gempa tersebut berpotensi terjadi tsunami. Ini karena kedalaman yang dangkal dengan kekuatan sebesar itu. ”Maka gempa tersebut berpotensi untuk terjadi tsunami,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi dan Geofisika Selaparang Mataram Anak Agung Gede Trikumara.
Namun, ucap Trikumara, sekitar 15 menit kemudian PGN menginformasikan bahwa gempa tersebut tidak menimbulkan tsunami. ”Ya setelah dilakukan pengamatan ternyata tidak sampai terjadi tsunami,” ujarnya. Dengan demikian sebutnya masyarakat pesisir yang kemungkinan sempat panik dan mengungsi diharapkan bisa kembali lagi ke rumah masing-masing.
Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Bima A Wahab mengatakan, getaran gempa yang terasa di kota Bima tidak sekeras getaran gempa yang terjadi beberapa bulan lalu. Memang terjadi kepanikan tetapi itu lebih disebabkan karena masyarakat mengalami trauma dengan gempa yang terjadi sebelumnya.”Sempat panik warga Bima,”katanya.
Sampai siang ini, pihak Pemkab Bima telah melakukan pengecekan terhadap masyarakat di sejumlah wilayah pesisir seperti di Kecamatan Wera dan Kecamatan Sape. Dari laporan yang diterima dari sejumlah Camat, gempa tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa dan kerusakan yang berarti, hanya terdapat sejumlah keretakan kecil pada beberapa rumah penduduk dan bangunan lainnya.(supriyantho khafid)


