MATARAM - Hampir sebulan penggunaan lajur kiri, penggunaan helm standar dan penyalaan lampu pengendara sepeda motor pada siang hari, angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Nusa Tenggara Barat (NTB) menurun drastis. Kalau sebelumnya setiap hari rata-rata satu orang meninggal akibat laka lantas, kini tidak lagi. Laka lantas semula setiap pekan terjadi 50 kali kini menurun hingga 25 persen. ”Nyala lampu memang bisa menimbulkan kewaspadaan,” kata Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah (Polda) NTB Komisaris Besar Pol Fatkhurrohman, selesai acara peluncuran tertib lalu lintas, Rabu (16/5) pagi.
Setelah himbauan penggunaan helm standar, penyalaan lampu motor dan berjalan di lajur kiri, Operasi Patuh yang dilakukan polisi selama 30 hari sudah menindak 13.400 pelanggar se NTB. Mereka diantaranya tidak memasang kaca spion, menggunakan warna lain lampu rem. Dulu, menurut Fatkhurrohman, setiap 10 pengendara motor, delapan diantaranya tidak menggunakan helm. Sekarang telah berubah sebaliknya.
Sebelumnya, Kepala Polda NTB Brigjen Pol Wawan Hendarawan mengemukakan bahwa korban meninggal akibat laka lantas di NTB setiap harinya rata-rata seorang meninggal dan dua orang lainnya mengalami luka-luka. Ini akibat kurang tertibnya pengendara menggunakan helm hanya yang berada di depan saja. Sedangkan anak dan istrinya yang diboncengnya tanpa helm. ”Yang meninggal yang berada di belakang,” ujarnya. Selain itu adanya pengendara yang keluar dari gang atau jalan kecil tanpa memperhatikan arus lalu lintas di jalan raya langsung nyelonong sehingga mengakibatkan laka lantas.
Ia menyebutkan masyarakat NTB dan Indonesia umumnya tertinggal dibanding negara lain dalam masalah tertib lalu lintas. Disebutnya di Cina, pengendara sepeda juga tertib dijalurnya sendiri. Selain itu, ia juga menyesalkan banyaknya bengkel motor yang terlibat bongkar pasang motor curian sehingga cukup banyaknya pencurian kendaraan bermotor di NTB.(supriyantho khafid)


