ATARAM - Hampir separo remaja Indonesia yang disigi oleh Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjalani hubungan seksual di luar nikah. Deputi Bidang Keluarga Sejatera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Lalu Sudarmadi menyebutkan angkanya berkisar 40-45 persen. Hasil studi kecil yang mendapati pengalaman melakukan hubungan seksual di luar nikah tersebut, disebutnya sudah berada pada lampu kuning.
Masalah hubungan seksual di luar nikah tersebut dikemukakannya saat melakukan perjalanan keliling Semarak KB-PKK di Desa Kediri Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat (Lobar NTB), Senin (14/5). ”Lampu warning ini harus kita waspadai. Tetapi kesalahan jangan hanya ditimpakan kepada remajanya,” ujar Sudarmadi.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menekan pergaulan hidup remaja terhadap seksual bebas adalah melalui pendekatan bagaimana agar seluruh keluarga ikut program KB. Karena, sebutnya, program KB tidak hanya sebatas pengendalian jumlah penduduk melainkan mencakup banyak hal yang pada gilirannya adalah menyeimbangkan pada kemaslahatan umat.
Kegiatan perjalanan keliling dalam rangka menyemarakkan kembali program KB nasional tersebut fokus pelayanan diarahkan kepada keluarga miskin atau keluarga pra sejahtera dengan mengedepankan Tim Penggerak PKK. Kegiatan yang sama juga berlangsung di Kalimantan Barat, Palu, Lampung. Kegiatan tersebut diawali dari Banten dan akan berakhir pada 29 Juni mendatang di Maluku.
Sudarmadi pada kegiatan road show tersebut juga meresmikan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja di Pondok Pesantren (PIK KRR Ponpes) Nurul Hakim, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Lobar NTB. Ponpes Nurul Hakim merupakan salah satu dari 417 ponpes yang ada di NTB, ”Saya kira ini merupakan potensi besar untuk ambil peran dalam bidang kesehatan, ekonomi, lingkungan dan sebagainya,”kata pimpinan Ponpes Nurul Hakim Tuan Guru Haji Shafwan Hakim. Di sana ada 2.620 santri/santriawati.
Sudarmadi menyebutkan bahwa PIK-KRR adalah merupakan tempat untuk melakukan konsultasi bagi remaja. ”Ini merupakan program kemaslahatan masuk ponpes dan ini penting untuk dibangun dimana-mana,” kata Sudarmadi.
Ketua Tim penggerak PKK NTB Baiq Adnin Serinata mengatakan, agar KB lebih sukses tidak hanya perempuan saja saja tapi laki-laki juga harus disodori KB. Sasaran utama yang harus digarap menjadi peserta KB selain pasangan usia subur juga partisipasi pria dalam penggunaan kontrasespi. ”Saat ini pencapaiannya masih sangat rendah sekitar 0,7 persen,” ucapnya.(supriyantho khafid)

