MATARAM - Ratusan pelajar dan mahasiswa di kota Mataram menyuarakan sejumlah tuntutan dalam aksi unjuk rasa di dua lokasi Rabu (2/5) terkait peringatan Hari Pendidikan Nasional. Para mahasiswa dan pelajar dari sejumlah elemen menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dan di depan Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) NTB. Aksi demo tersebut berlangsung sejak pukul 9.30 hingga 11.10 Wita.
Para mahasiswa dan pelajar tersebut diantaranya tergabung dalam KoalisiĀ Mahasiswa dan Pelajar Indonesia (Kompas) dengan koordinator umum Abdul Sahid. Mereka antara lain mendesak pemerintah agar segera memenuhi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN/APBD, menolak Ujian Akhir Nasional (UAN) sebagai parameter keberhasilan dan kelulusan siswa. Tidak hanya itu mereka juga mengecam keras kekerasan dalam dunia pendidikan karena itu mereka mendesak eksekutif dan legislatif untuk menyelesaikan segala bentuk kekerasan yang terjadi di Indonesia.
Mereka juga menolak tegas komersialisasi dan diskriminasi di dunia pendidikan serta meminta untuk mencabut Rancangan Undang Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP) yang telah menimbulkan kegusaran dan kecemasan luas biasa di kalangan masyarakat.
Tuntutan lainnya, adalah mendesak pemerintah untuk segera meningkatkan kesejahteraan guru dan penyelenggaraan pendidikanĀ yang murah, berkualitas serta religius. ”Kami mendesak pemerintah untuk memperhatikan sejumlah tuntutan yang kami ajukan tersebut,”kata Aris salah seorang diantara mahasiswa.(supriyantho khafid).


