MATARAM - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) membuka gelombang kedua penerimaan Bintara Polisi. Tetapi yang diterima di sini hanya khusus untuk penduduk NTB tamatan SLTA tahun 2001-2006. Pembatasan tersebut terpaksa dilakukan karena masih rendahnya kwalitas sumber daya manusia dibanding tamatan SLTA dari Jawa dan luar daerah lainnya. Karena itu, ditetapkan angka minimal nilai raportnya rata-rata enam.
Kepala Bidang Humas Polda NTB Ajun Komisaris Besar Pol M Basri mengemukakan bahwa standar kelulusan yang diterima Polda NTB lebih rendah dibanding Polda lainnya. ”Tidak sama dengan di Jawa. Ini mengingat kendala SDM,” ujarnya, Jum’at (27/4). Kendala lain yang dinilai rawan yang dialami calon pelamar di NTB adalah gangguan kesehatan akibat penyakit endemik Hepatitis. Ini berdasar hasil penelitian yang dilakukan oleh pakar hepatitis di Mataram.
Mengingat rendahnya nilai kelulusan calon pelamar Bintara Polisi Polda NTB, maka untuk seleksi akademik, Polda NTB bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTB. Dan guna mencegah terjadinya kecurangan, maka melibatkan pula aktivis LSM dan tokoh masyarakat ikut memantaunya.
Penerimaan calon bintara gelombang pertama 2007 lalu, peminatnya melebihi 1.500 orang. Namun yang berhasil dijaring memenuhi persyaratan dan jatahnya, hanya 10 persen atau 165 orang. Mereka biasanya yang mengalami gugur persyaratan administrasi sekitar 10 persen. Kemudian dilakukan seleksi sikap atau parade. Yang gugur dalam seleksi kesehatan mencapai 20 persen sebelumnya menjalani tes psikologi, ujian tulis dan kesehatan terakhir.(supriyantho khafid)


