MATARAM - Lebih 1.000 pengendara motor melakukan kirab keliling kota Mataram dalam rangka pencanangan sepekan Hari Keselamatan Transportasi Jalan, Jum’at (27/4) pagi. Kirab yang juga bentuk sosialisasi Safety Riding setelah sepekan sebelumnya dimulainya ketentuan menyalakan lampu motor pada siang hari dan berjalan di jalur kiri, dilakukan juga di sembilan kota se Nusa Tenggara Barat (NTB). Diikuti anggota kelompok motor, TNI dan Polri tersebut dilepas oleh Wakil Gubernur NTB Bonyo Thamrin Rayes didampingi Wakil Kepala Kepolian Daerah (Polda) NTB Komisaris Besar Pol Lalu Suprapta.
”Ini adalah bagian dari kegiatan serempak di seluruh dunia melakukan kirab yang sama,” ujar Lalu Suprapta. Pencanangan ini, untuk semakin menyadarkan masyarakat pentingnya disiplin, sopan santun dan ketaatan berlalu lintas mencegah korban sia-sia di jalanan melelbihi korban perang dalam kurun waktu yang sama. di NTB setahun terakhir, 2006, terjadi 616 kasus kecelakaan yang mengakibatkan tewasnya 327 orang.
Mereka yang diberangkatkan dari depan Markas Polda NTB melintasi jalan protokol di Mataram mulai dari Langko, Pejanggik dan Selaparang hingga Sweta di ujung timur kota kemudian balik ke lapangan Gajah Mada di belakang Polda NTB. Beberapa diantaranya melakukan aksi ketrampilan mengemudikan motor berdiri.
Belum diketahui perkembangan naik turunnya angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Menurut Kepala Bidang Humas Polda NTB Ajun Komisaris Besar Pol M Basri, sejak pertengahan April 2007 ditetapkannya keharusan menyalakan lampu motor pada siang hari, Polda NTB belum memperoleh hasil evaluasi dari Kepolisian Resort se NTB. Kamis pekan lalu, (19/4), Kepala Polda NTB Brigjen Pol Wawan Hendrawan menegaskan bahwa apabila pemberlakuan lampu motor dinyalakan pada siang hari tidak mempengaruhi angka laka lantas, akan ditinjau kembali. ”Kita lihat nanti apakah ada perubahan atau tidak,” ucapnya.(supriyantho khafid)


