MATARAM - Tim Pemantau Independen Ujian Nasional Nusa Tenggara Barat (TPI UN NTB) melaporkan terjadinya kecurangan pelaksanaan UN SMA ke Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di Jakarta. Kecurang ditemukan terjadi di empat daerah kota dan kabupaten se NTB.
Kordinator TPI UN NTB Mansur Ma’sum yang juga Rektor Universitas Mataram menjelaskan bahwa kesemua kecurangan yang menjadi temuan tim yang melakukan pemantauan UN sudah dikirimkan ke BSNP. ”Semua sudah saya laporkan sesuai tugas dan kewenangan saya ke BSNP,” ujarnya, Rabu (25/4).
Temuan yang terjadi di Kabupaten Sumbawa, tidak disimpannya naskah cadangan untuk SMA Negeri 4 Sumbawa Besar di kantor polisi sesuai keharusan. Sampul naskah Bahasa Indonesia dalam keadaan terbuka yang dilakukan oleh dua orang oknum guru setempat dan guru Bahasa Indonesia menyiapkan jawabannya. ”Jawaban ujiannya ditemukan di beberapa ruang ujian,” kata Mansur.
Karena ulah tersebut, sebanyak 106 siswa harus menjalani ujian susulan, Selasa (24/4). Sedangkan Kepolisian Resort Sumbawa memeriksa delapan orang siswa, tiga orang guru dan dua orang pejabat Dinas Pendidikan Sumbawa. Dua orang guru sebagai calon tersangka.
Di Praya Lombok Tengah juga ditemukan lembar kunci jawaban yang belum diketahui sumbernya. TPI UN tidak melakukan pemantauan karena didapati setelah pelaksanaan UN. Namun adanya perbedaan soal di dalam sampul dengan mata pelajaran yang diujikan, naskah yang tidak terbaca dan pembagian soal yang tidak tepat waktu.
Di Kota Mataram, didapati seorang siswa SMA Negeri 3 menggunakan alat bantu komunikasi selama ujian dan di kamar mandi SMA Negeri 5 ditemukan lembar kunci jawaban.
Di Lombok Timur, sewaktu ujian Bahasa Inggris, jawabannya disiapkan oleh dua orang guru di Kecamatan Keruak dan disebarkan kepada para siswa peserta ujian. Rencananya, Kamis (26/4), dilakukan ujian susulan yang harus diikuti oleh siswa dari SMA Negeri Keruak, Madrasah Aliyah Nahdlatul Wathan (MA NW), MA Darul Aitam Jerowaru, MA Rensing, MA Mualimin NW Gunung Rajak.(supriyantho khafid)


