MATARAM - Markas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menerima pendaftaran sarjana laki-laki dan perempuan memasuki Akademi Kepolisian (Akpol). Mereka akan dididik selama tiga tahun empat bulan menjadi taruna dan taruni Akpol yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan polisi yang cerdas.
Kebutuhan sarjana tersebut baru kali ini dibuka para sarjana asal Nusa Tenggara Barat dan daerah lainnya serempak oleh Polda se Indonesia. Kepala Polda NTB Brigjend Pol Wawan Hendrawan mengatakan polisi sangat membutuhkan anggota yang dapat menangani permasalahan masyarakat. ‘’Masyarakat semakin cerdas dan canggih. Sehingga butuh peningkatan mutu perwira polisi,’’ katanya, Kamis (19/4).
Meskipun mereka sudah sarjana, para tamatan Akpol ini mendapatkan pangkat Inspektur Dua sebagaimana perwira polisi tamatan Akpol yang sebelumnya direkrut dari tamatan SMA. Namun, masa kerja mereka akan diperhitungkan berlaku surut terhitung mulai menjalani pendidikan di Akpol tersebut.
Selama ini belum pernah ada sarjana asal NTB yang masuk menjuadi taruna Akpol. Sebelumnya, 2006 lalu Polda NTB telah membuka rekrut Perwira Polisi Sumber Sarjana. Ada dua orang peminatnya yaitu seorang dokter dan sarjana akuntasi. Namun keduanya gugur dalam seleksi yang dijalaninya.
Untuk rekrut taruna dan taruni Akpol dari sarjana (S1), mereka disyaratkan memiliki indeks prestasi (IP) 2,5 namun dibatasi usia maksimal 25 tahun atau kelahiran 1 Agustus 1982. Sedangkan tamatan S2 memiliki IP 2,75 dan usia maksimal 27 tahun atau kelahiran 1 Agustus 1980. Sedangkan untuk bintara polisi yang berijazah S1 maksimal usianya 26 tahun atau kelahiran 1 Agustus 1981 dan bintara polisi yang tamatan S2 maksimu usianya 28 tahun atau kelahiran 1 Agustus 1979.(supriyantho khafid)


